UAS Tegaskan Tindakan Tegas Terhadap Pelaku Karhutla Kalimantan dan Korupsi

Ustaz Abdul Somad (UAS) baru-baru ini mengekspresikan keprihatinannya dengan melontarkan doa yang tegas kepada individu-individu yang dianggap bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Doa tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelaku pembakaran, tetapi juga kepada mereka yang memberikan izin, berdiam diri meski memiliki otoritas, hingga pihak yang diduga meraup keuntungan dari bencana tersebut.
Melalui akun Instagram pribadinya, UAS menyampaikan pesan ini dalam sebuah unggahan yang menarik perhatian banyak pengguna media sosial. Dalam postingan tersebut, ia juga menyoroti isu penyalahgunaan dana bantuan yang seharusnya digunakan untuk menangani kebakaran hutan.
Dalam unggahan itu, UAS menyertakan gambar yang menggambarkan dampak karhutla di Kalimantan. Ia menuliskan doa yang ditujukan kepada semua pihak yang dianggap berkontribusi pada kebakaran hutan, maupun mereka yang mengambil keuntungan dari situasi yang merugikan lingkungan ini.
“Ya Tuhan kami,” demikian UAS memulai doanya dalam unggahan yang viral tersebut, yang diambil pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Ia menegaskan bahwa doanya ditujukan kepada berbagai pihak, mulai dari mereka yang secara langsung membakar hutan hingga mereka yang memiliki wewenang namun membiarkan kebakaran terus berlangsung.
“Orang-orang yang membakar hutan, orang-orang yang memberi izin untuk membakar hutan, mereka yang berdiam diri saat hutan terbakar padahal memiliki kekuasaan, orang-orang yang mengkorupsi dana bantuan untuk kebakaran hutan, dan mereka yang mengambil keuntungan dari kebakaran hutan,” tulisnya.
UAS tidak berhenti di situ. Ia juga meminta agar pihak-pihak yang terlibat mendapatkan balasan atas tindakan mereka. Dalam penutupan pesannya, ia bahkan mengingatkan akan konsekuensi yang mungkin mereka hadapi, baik di dunia maupun di akhirat.
“Maka, azablah mereka di dunia, matikan mereka su’ul khotimah, azab mereka di kubur, azab mereka di neraka jahannam,” tegasnya dengan nada yang penuh keyakinan.
Unggahan tersebut jelas menunjukkan kepedulian UAS terhadap dampak dari karhutla, sekaligus menjadi kritik keras terhadap mereka yang dianggap bertanggung jawab. Sorotannya tidak hanya menyasar pelaku pembakaran secara langsung, tetapi juga mereka yang memiliki kekuasaan dan diduga menyalahgunakan dana bantuan penanganan bencana.
Pesan ini mendapat beragam respons dari masyarakat. Banyak netizen yang mengaminkan doa yang disampaikan oleh UAS serta menunjukkan dukungan terhadap seruannya.
Hingga tanggal 18 Oktober 2026, unggahan tersebut telah mengumpulkan hampir 97 ribu komentar dan lebih dari 656 ribu tanda suka. Angka interaksi yang signifikan ini mencerminkan betapa besarnya perhatian publik terhadap isu karhutla yang diangkat oleh UAS.




