Gus Ipul Tegaskan Tidak Ada Peserta Susupan di Muktamar ke-35 NU

Ketua Panitia Penyelenggara Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, berjalan dengan baik dan tertib.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa tidak ada peserta susupan yang turut serta dalam muktamar tersebut.
Dia menjelaskan bahwa peserta yang terlibat, baik dalam rapat pleno maupun komisi, telah melalui proses yang sistematis. Proses tersebut dimulai dari penerbitan surat keputusan (SK), daftar peserta sementara, hingga penetapan daftar peserta tetap.
“Peserta yang hadir pun sepenuhnya terverifikasi. Prosesnya dilakukan secara berjenjang, dimulai dari penerbitan SK, kemudian daftar peserta sementara, hingga akhirnya ditentukan daftar peserta yang resmi,” ungkap Gus Ipul dalam konferensi pers di Gedung PBNU pada Kamis, 3 September 2026.
Menurut Gus Ipul, panitia juga telah mengimplementasikan sistem pemantauan menggunakan kartu peserta berbasis chip dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Langkah ini diambil untuk meminimalisir kemungkinan adanya peserta susupan yang tidak terdaftar.
Ia menambahkan bahwa penerapan sistem keanggotaan ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan muktamar. Gus Ipul berharap bahwa sistem tersebut dapat menjadi warisan yang bermanfaat untuk acara-acara muktamar di masa yang akan datang.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi warisan yang baik, yang dapat terus dikembangkan di muktamar-muktamar selanjutnya,” imbuhnya.
Mengenai jalannya muktamar, ia memastikan bahwa semuanya berlangsung dengan lancar, dan setiap tahap dilakukan melalui serangkaian rapat di tingkat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Segala hal, mulai dari pembentukan panitia, perencanaan acara, hingga dukungan anggaran, semuanya dilakukan melalui proses rapat di tingkat PBNU. Termasuk juga penentuan lokasi muktamar,” paparnya.
“Alhamdulillah, muktamar telah selesai dan berlangsung dengan baik. Semua agenda yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan dukungan fasilitas yang memadai, tata kelola yang baik, dan dukungan pembiayaan yang mencukupi. Ini adalah hal yang patut kita syukuri,” tambah Gus Ipul.




