OKX Ungkap Rincian ‘Isi Brankas’, Aset Kripto Melonjak hingga Rp404 Triliun

Bursa Kripto OKX baru-baru ini membuka akses publik terhadap rincian ‘isi brankas’ mereka melalui laporan Proof of Reserves (PoR) bulanan yang ke-46, yang dirilis pada bulan Agustus 2026.
Dalam laporan tersebut, OKX melaporkan total aset utama yang mencapai US$22,96 miliar atau setara dengan Rp404 triliun yang dialokasikan dalam sistem cadangan mereka.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa aset pengguna yang dimasukkan dalam PoR dijamin dengan rasio di atas 1:1. Ini berarti bahwa untuk setiap aset pengguna yang terdaftar, OKX memiliki cadangan aset yang sama atau bahkan lebih besar.
Mekanisme Proof of Reserves kini menjadi salah satu alat transparansi yang semakin banyak diadopsi oleh bursa kripto, terutama setelah industri ini mengalami sejumlah insiden kegagalan platform dan masalah pengelolaan dana pengguna dalam beberapa tahun belakangan.
Dalam implementasinya, OKX memanfaatkan teknologi kriptografi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan verifikasi secara mandiri terhadap keberadaan aset mereka dalam sistem cadangan.
Mekanisme Proof of Reserves juga dapat memanfaatkan struktur data seperti merkle tree dan teknologi zero-knowledge proof untuk meningkatkan transparansi tanpa harus membocorkan seluruh informasi pengguna kepada publik.
Dalam laporan terbaru tersebut, OKX merinci rasio cadangan untuk sedikitnya 22 aset kripto utama. Beberapa aset bahkan menunjukkan tingkat cadangan yang jauh melampaui 100 persen.
Bitcoin (BTC) tercatat memiliki rasio cadangan sebesar 111 persen, sementara XRP mencapai 108 persen. Di sisi lain, rasio cadangan untuk USDT berada di 106 persen, sedangkan Solana (SOL) tercatat 104 persen.
Ethereum (ETH) dan USD Coin (USDC) masing-masing memiliki rasio cadangan sebesar 101 persen. Dogecoin (DOGE) juga berada di angka 101 persen, sedangkan token OKB menunjukkan rasio cadangan 100 persen.
Secara sederhana, rasio di atas 100 persen menunjukkan bahwa aset yang dikuasai oleh OKX lebih besar daripada total saldo pengguna untuk aset tersebut.
“Konsistensi dalam menyediakan PoR kepada publik bukan hanya sekadar mengejar angka publikasi. 46 bulan berturut-turut bukan sekadar soal angka. Ini adalah tentang rutinitas karena pengguna berhak mengetahui keberadaan aset mereka dan melakukan pemeriksaan kapan pun diperlukan,” ungkap Ferry, Growth Manager OKX Wallet.




