berita

Jusuf Hamka, Mantan Timses Jokowi yang Dilantik Prabowo Sebagai Wantimpres

Jakarta – Mohammad Jusuf Hamka kembali menjadi pusat perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantiknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara pada Jumat, 2 Oktober 2026. Dikenal dengan panggilan Babah Alun, Jusuf Hamka kini memulai babak baru dalam kariernya di pemerintahan setelah menjalani perjalanan yang panjang sebagai seorang pengusaha, tokoh sosial, dan juga sebagai individu yang pernah terlibat dalam dunia politik.

Jusuf Hamka bukanlah wajah baru di kancah politik Indonesia. Ia sebelumnya aktif sebagai bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) yang mendukung pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Setelah beberapa waktu, namanya kembali mencuat dalam perbincangan politik ketika ia diusulkan untuk maju dalam Pilkada Jakarta 2024. Kini, perjalanan politiknya membawanya ke posisi yang berbeda, di mana ia dipercaya untuk menjadi anggota Wantimpres di pemerintahan Prabowo.

Cerita mengenai penunjukan Jusuf Hamka dimulai pada pagi hari Jumat. Ia mengungkapkan bahwa ia menerima telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada pukul 06.35 WIB.

Telepon itu mengejutkannya. Di dalam percakapan tersebut, ia diberitahu bahwa Presiden Prabowo menginginkan kehadirannya untuk membantu tugas-tugas presiden sebagai anggota Wantimpres.

“Jam 6.35 (pagi), Pak Seskab menelepon saya. Saya sangat terkejut. Saya hanya bisa mengucapkan alhamdulillah, Pak, karena negara telah mempercayai saya,” ungkap Jusuf Hamka saat ditanya oleh wartawan.

Bagi Jusuf Hamka, permintaan tersebut tidak perlu dipikirkan secara mendalam. Ia menegaskan bahwa tugas yang diberikan negara adalah bentuk pengabdian yang harus dilaksanakan.

“Jika negara meminta, kita tidak boleh menolak. Kita harus berbakti,” tegasnya.

Setelah menerima kabar tersebut, ia kemudian menuju Istana bersama sejumlah tokoh lainnya yang juga diundang untuk menghadiri pelantikan anggota Wantimpres. Penunjukan ini menandai langkah baru dalam karier Jusuf Hamka, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai pengusaha di sektor jalan tol.

Jauh sebelum dilantik oleh Prabowo, Jusuf Hamka sudah terlibat dalam dunia politik nasional. Pada Pilpres 2019, ia diberi kepercayaan sebagai bendahara TKN untuk pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Keterlibatannya dalam tim kampanye tersebut membawa pengusaha yang dikenal dengan sikap sederhana ini ke pusat kegiatan politik saat kampanye berlangsung. Namanya kembali muncul dalam dinamika politik ketika ia bergabung dengan Partai Golkar.

Dengan latar belakang yang kaya dalam dunia bisnis dan pengalaman di ranah politik, penunjukan Jusuf Hamka sebagai anggota Wantimpres diharapkan dapat membawa perspektif baru dan kontribusi yang signifikan bagi pemerintahan Prabowo.

Sebagai seorang pengusaha sukses, Jusuf Hamka telah menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam setiap peran yang diembannya. Kini, dalam kapasitasnya yang baru, ia diharapkan mampu memberikan masukan yang berharga bagi Presiden Prabowo, terutama dalam pengambilan keputusan strategis.

Dalam kepengurusan Wantimpres, Jusuf Hamka tidak hanya diharapkan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, tetapi juga untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan sektor swasta. Hal ini penting untuk mendorong kolaborasi yang lebih baik dalam pembangunan nasional.

Dengan pengalamannya yang luas, Jusuf juga diharapkan dapat memberikan pandangan yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada isu-isu sosial yang sering kali menjadi tantangan dalam pembangunan negara.

Namun, tantangan juga akan dihadapi oleh Jusuf Hamka di posisinya yang baru. Ia harus mampu beradaptasi dengan dinamika politik yang selalu berubah dan mengelola berbagai kepentingan yang ada dalam pemerintahan.

Meskipun demikian, dengan rekam jejak yang solid dan jaringan yang luas, banyak yang optimis Jusuf Hamka akan mampu menjalankan tugas barunya dengan baik. Keberhasilannya dalam posisi ini tidak hanya akan menjadi keuntungan bagi dirinya, tetapi juga bagi masyarakat yang diwakilinya.

Di tengah tantangan dan peluang yang ada, kepemimpinan Prabowo dan kontribusi Jusuf Hamka sebagai Wantimpres dapat menjadi sinergi yang kuat dalam menciptakan kebijakan yang efektif untuk kemajuan bangsa.

Dengan demikian, perjalanan Jusuf Hamka sebagai anggota Wantimpres menjadi titik awal baru yang menarik dalam karier politiknya. Diharapkan, perannya dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Related Articles

Back to top button
kpkgg