berita

Dampak Ganda Panas Bumi terhadap Pengembangan Ekonomi di Sekitar Jalur Operasi

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk berkomitmen untuk memaksimalkan dampak ganda dari pengembangan energi panas bumi, guna mengatasi masalah keterisolasian di wilayah pegunungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di masyarakat sekitar area operasional. Proyek ini berpotensi menyerap hingga 2.000 tenaga kerja lokal, yang tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga memperkuat konektivitas daerah-daerah yang sebelumnya terputus.

Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Operasi PGE, Andi Joko, saat berbincang dengan media di PLTP Kamojang, Bandung, pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Andi menekankan bahwa pengembangan geotermal tidak semata-mata bertujuan untuk menghasilkan listrik, tetapi juga berfokus pada manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kehadiran industri panas bumi di daerah pegunungan berperan penting dalam pembangunan infrastruktur pendukung, seperti jalan raya, yang akan memperlancar aksesibilitas.

Pembangunan akses jalan ini tidak hanya menghubungkan daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi, tetapi juga mendorong munculnya berbagai aktivitas ekonomi baru di sepanjang jalur operasi. Selain itu, proyek geotermal ini memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, yang menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan ekonomi di wilayah tersebut.

PGE mencatat bahwa sedikitnya 210 pekerja lokal terlibat dalam kegiatan operasional sehari-hari. Jumlah ini bahkan meningkat drastis saat proyek memasuki fase pembangunan fisik pembangkit, mencapai sekitar 2.000 pekerja. “Pada puncak pembangunan, hampir semua tenaga kerja yang terlibat adalah warga lokal,” ujar Andi.

Staf Khusus Wakil Presiden RI untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pembangunan Sosial, Tina Talisa, juga menekankan pentingnya pemanfaatan langsung energi panas bumi oleh masyarakat yang tinggal di sekitar area operasi.

Ia menegaskan bahwa energi yang dihasilkan tidak seharusnya terpaku pada daerah yang jauh dari lokasi operasional. “Pemanfaatan langsung bukan sekadar tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi juga untuk memastikan bahwa kelebihan produksi yang awalnya tidak dimanfaatkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Tina.

Ia menegaskan bahwa masyarakat di sekitar wilayah operasi geotermal harus menjadi pihak yang paling merasakan dampak ekonomi dan sosial dari keberadaan energi bersih tersebut. Melalui integrasi antara penyediaan energi terbarukan, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat lokal, diharapkan pengembangan panas bumi dapat menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar.

Related Articles

Back to top button
kpkgg