bisnis

Hilirisasi sebagai Pilar Utama Strategi Ekonomi: Fakta dan Alasan di Baliknya

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menegaskan bahwa hilirisasi merupakan pilar utama dalam strategi ekonomi Indonesia, serta berperan signifikan dalam kontribusi terhadap investasi nasional.

Ia mengungkapkan bahwa sektor ini telah memberikan kontribusi sekitar 30% dari total investasi yang masuk ke Indonesia, dengan nilai mencapai US$61 miliar, mengalami peningkatan sebesar 7,2%.

“Kita memiliki cadangan penting di dunia untuk nikel, bauksit, tembaga, dan mineral strategis lainnya. Tujuan kita adalah untuk membangun industri. Oleh karena itu, hilirisasi tetap menjadi pilar utama dalam strategi ekonomi kita,” jelas Rosan dalam acara Indonesia Sustainability Forum (ISF) di Jakarta yang berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Rosan menambahkan bahwa arah hilirisasi di Indonesia kini mengalami pergeseran dari sekadar pembangunan fasilitas pengolahan mineral, menuju pembentukan ekosistem industri yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Ekosistem tersebut mencakup penghubungan antara sektor pertambangan, pemrosesan, manufaktur, energi bersih, hingga teknologi, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari kekayaan mineral yang ada secara signifikan.

Salah satu ilustrasi pengembangan rantai nilai mineral strategis dapat dilihat melalui inisiatif yang diambil oleh Grup MIND ID.

Strategi hilirisasi yang diterapkan oleh Grup MIND ID meliputi beberapa komoditas strategis, terutama nikel, bauksit-alumina-aluminium, dan tembaga.

Pengembangan ini diarahkan agar proses pengolahan mineral tidak hanya berhenti pada tahap pertambangan atau produk setengah jadi, tetapi dapat memberikan manfaat lebih besar bagi industri dan masyarakat di dalam negeri.

Bahkan, industri daur ulang telah disiapkan sebagai komitmen dalam mendukung ekosistem industri sirkuler yang sedang berkembang di Indonesia.

Dalam sektor nikel, pengembangan hilirisasi dirancang untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Melalui Indonesia Battery Corporation (IBC), Grup MIND ID berperan aktif dalam membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik yang menghubungkan sumber daya mineral Indonesia dengan industri baterai dan kendaraan listrik.

Selain nikel, penguatan rantai nilai juga sedang dilakukan untuk komoditas bauksit dan aluminium. Melalui pengembangan industri pengolahan, rantai produksi diarahkan dari bauksit menjadi alumina dan kemudian aluminium, yang dapat mendukung kebutuhan sektor manufaktur nasional.

Sementara itu, dalam sektor tembaga, hilirisasi dipandang sebagai upaya untuk memperkuat pemanfaatan mineral strategis guna mendukung berbagai industri, termasuk kelistrikan, elektronik, dan manufaktur.

Related Articles

Back to top button
kpkgg