berita

AS Kirim Lebih dari 60 Ribu Tentara ke Timur Tengah Menjelang Akhir Gencatan Senjata

Amerika Serikat dilaporkan akan mengerahkan lebih banyak pasukan ke wilayah Timur Tengah dalam waktu dekat, meskipun ada harapan untuk melanjutkan negosiasi antara Washington dan Teheran yang mungkin akan berlangsung akhir pekan ini.

Menurut informasi yang diperoleh dari The Washington Post, sekitar 6.000 tentara yang saat ini berada di atas kapal induk USS George H.W. Bush, bersama sejumlah kapal perang lainnya, direncanakan akan diterjunkan ke kawasan tersebut.

Di samping itu, sekitar 4.200 personel Angkatan Laut dan Marinir yang tergabung dalam Boxer Amphibious Ready Group, termasuk satuan tugas Marinir ke-11, juga diperkirakan akan tiba di lokasi sebelum akhir bulan ini.

Gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua minggu antara AS dan Iran dijadwalkan akan berakhir pada 22 April. Pasukan tambahan ini akan bergabung dengan sekitar 50.000 personel yang sebelumnya telah dinyatakan oleh Pentagon terlibat dalam operasi untuk menghadapi Iran, sebagaimana dilaporkan oleh NDTV pada Jumat, 17 April 2026.

Sementara itu, pada hari Rabu waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan keyakinannya bahwa konflik dengan Iran bisa segera berakhir. Ia juga menyatakan bahwa harga bahan bakar kemungkinan akan turun signifikan jika situasi ini terselesaikan.

“Saya percaya ini bisa segera diakhiri. Jika mereka cerdas, ini akan cepat selesai,” ungkapnya dalam wawancara di program Mornings With Maria Bartiromo.

Sebagai bagian dari kebijakan luar negeri, Trump mengumumkan langkah blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada hari Minggu lalu, setelah negosiasi damai yang berlangsung selama 21 jam antara AS dan Iran di Islamabad tidak membuahkan hasil.

Di sisi lain, pihak militer Iran menyatakan bahwa tindakan blokade laut yang dilakukan oleh AS saat ini merupakan indikasi awal pelanggaran terhadap gencatan senjata yang ada.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, kepala pusat komando militer Iran mengingatkan bahwa jika blokade tersebut berlanjut, maka akan ada risiko ketidakamanan bagi kapal-kapal dagang dan tanker minyak yang berbendera Iran. Hal ini diinterpretasikan sebagai langkah awal menuju pelanggaran gencatan senjata.

“Angkatan bersenjata Republik Islam yang tangguh tidak akan membiarkan ekspor maupun impor berlangsung dengan aman di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah,” tegas Ali Abdollahi.

Sejak konflik dengan Iran dimulai, Teheran telah berusaha untuk tetap mengirimkan minyak dan barang melalui jalur laut yang sempit, sembari membatasi ketat lalu lintas kapal dari negara-negara lain yang dianggap tidak bersahabat.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k