lifestyle

AI Masuk ke Ruang Kelas, Namun Peran Guru Tetap Vital dalam Proses Pembelajaran

Kecerdasan buatan (AI) kini telah merambah ke dunia pendidikan dan menjadi salah satu aspek penting dalam proses belajar mengajar. Teknologi ini tidak hanya berperan dalam meringankan beban administratif, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para pendidik untuk mengembangkan materi pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Meski demikian, penggunaan AI dalam pendidikan tetap memerlukan kehadiran manusia sebagai pengarah utama. Guru memiliki peran sentral dalam menentukan cara teknologi ini diterapkan, sehingga proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap mempertahankan unsur kreativitas, komunikasi yang efektif, serta pemahaman mendalam terhadap karakteristik peserta didik.

Inisiatif ini sejalan dengan program Terpujilah Guru 2026 yang diinisiasi oleh Telkomsel, bertujuan untuk membantu para pendidik memahami dan memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI, dalam kegiatan belajar mengajar.

Sejak diluncurkan pada Mei 2026, program Terpujilah Guru telah mencapai lebih dari 3.800 guru dari berbagai tingkat pendidikan seperti SMA, SMK, dan MA melalui serangkaian roadshow di berbagai wilayah, termasuk Bogor, Sumedang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Ambon, Jakarta, Bandung, Medan, dan Batam, serta pembelajaran online.

Dari total peserta tersebut, sebanyak 1.500 diantaranya mengikuti proses seleksi yang ketat, yang kemudian menghasilkan 400 guru yang terpilih untuk berpartisipasi dalam akademi online. Dari kelompok ini, 80 guru mendapatkan pendampingan khusus, dan 12 finalis terbaik mengikuti pelatihan intensif di Jakarta.

Dalam program ini, para guru tidak hanya diperkenalkan dengan penggunaan AI, tetapi juga dilatih untuk menerapkannya dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Materi yang diajarkan meliputi penerapan AI yang berfokus pada manusia, penyusunan instruksi untuk AI, desain visual, pembuatan video, metode pembelajaran inovatif, hingga pengujian konsep digital.

Setiap peserta diwajibkan untuk menghasilkan karya akhir berupa materi dan rancangan pembelajaran yang dapat diterapkan langsung dan dikembangkan di sekolah masing-masing.

Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan, menyatakan bahwa kemajuan dalam teknologi AI harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia, termasuk para guru yang memiliki peran penting dalam mempersiapkan kompetensi generasi mendatang.

“Perkembangan AI berlangsung dengan sangat cepat dan akan menyentuh semua aspek kehidupan, sehingga kita perlu bersama-sama untuk menguji dan mempelajari adopsi AI melalui program Terpujilah Guru,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Nunuk Suryani, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif peningkatan kompetensi guru melalui pemanfaatan teknologi.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k