sport

Perjalanan Bulu Tangkis Putra Indonesia Raih Emas di Asian Games 2026 Setelah 28 Tahun Menunggu

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia mencatatkan salah satu momen comeback paling mengesankan dalam sejarah Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Setelah tertinggal dengan skor 0-2 dari China di final, skuad Merah Putih menunjukkan semangat juang yang luar biasa dan berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2.

Kemenangan tersebut tidak hanya membawa medali emas pertama bagi Indonesia di Asian Games 2026, tetapi juga menandai berakhirnya penantian panjang selama 28 tahun bagi bulu tangkis Indonesia untuk kembali meraih posisi tertinggi di podium Asian Games.

Final yang dilangsungkan di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, pada tanggal 24 September 2026, diawali dengan tantangan berat bagi tim Indonesia. Dua partai awal berhasil dimenangkan oleh China, sebelum momentum kebangkitan Indonesia dimulai pada pertandingan ketiga.

Indonesia menurunkan Jonatan Christie sebagai pemain tunggal putra pertama untuk menghadapi Shi Yuqi, wakil dari China.

Jonatan menunjukkan perlawanan yang cukup sengit, namun pada akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dalam dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 18-21.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi tim Indonesia. Sebelumnya, Jonatan juga belum mampu menyumbangkan poin dalam dua pertandingan beregu yang dilakoni sejak fase perempat final.

“Saya sangat kecewa dengan penampilan saya di partai beregu kali ini,” ungkap Jonatan dengan nada penuh penyesalan.

Hasil tersebut membuat Indonesia harus berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan. Beban semakin berat ketika partai kedua juga berhasil dimenangkan oleh China.

Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri diharapkan dapat menyamakan kedudukan ketika mereka bertanding melawan pasangan China, Liang Weikeng dan Wang Chang.

Meski ganda Indonesia memiliki peluang besar untuk merebut gim pertama, keunggulan yang diraih oleh pasangan China tetap bertahan hingga Fajar dan Fikri harus menyerah dengan skor 20-22.

Indonesia sempat bangkit pada gim kedua, di mana Fajar dan Fikri meraih kemenangan 21-19, sehingga memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Sayangnya, performa mereka menurun setelah interval di gim ketiga. Beberapa kesalahan yang dilakukan membuat Liang dan Wang mendapatkan momentum, sehingga menutup pertandingan dengan kemenangan 21-14.

Dengan hasil tersebut, Indonesia tertinggal 0-2. Jika satu kekalahan lagi terjadi, maka medali emas Asian Games akan jatuh ke tangan China.

“Di gim ketiga tadi, setelah interval, kami banyak melakukan kesalahan sendiri dan itu membuat lawan semakin percaya diri,” kata Fikri menjelaskan kondisi di lapangan.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k