Pemerintah Alokasikan Anggaran untuk Masyarakat Buka Lahan Secara Ramah Lingkungan

Jakarta – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung masyarakat dalam membuka lahan dengan cara yang tidak merusak lingkungan, guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Prasetyo menambahkan, “Presiden telah memberikan perintah bahwa jika masyarakat ingin membuka lahan dan memerlukan alat berat, sebaiknya mereka melapor kepada aparat. Kami akan memberikan bantuan, termasuk alokasi anggaran yang diperlukan,” ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Kamis.
Dalam upaya menangani masalah karhutla, pemerintah berencana untuk mengadakan rapat terbatas yang melibatkan sejumlah ahli. Rapat ini bertujuan merumuskan langkah-langkah yang efektif agar kebakaran tidak menjadi masalah yang berulang setiap tahunnya.
“Hari ini, rencana kami adalah mengadakan rapat terbatas mengenai mitigasi karhutla, sehingga masalah ini tidak terus terjadi setiap tahun. Semua sektor harus berkolaborasi dalam mitigasi ini,” ungkapnya.
Prasetyo menekankan pentingnya edukasi sebagai salah satu kunci dalam pencegahan karhutla. Ia menjelaskan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak dari sumber masalah. Oleh karena itu, pemerintah mendorong agar materi pencegahan karhutla dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal dan pendidikan agama sejak usia dini.
“Kemarin, kami telah meminta agar materi ini dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal. Kami juga mengusulkan agar dimasukkan dalam pendidikan agama sejak dini. Semua langkah perlu diambil,” tambah Prasetyo.
Selain fokus pada edukasi, pemerintah juga mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk penanganan karhutla jika kejadian tersebut terjadi. Prasetyo menyatakan bahwa pemerintah telah memesan pesawat jenis Beriev serta peralatan pemadaman kebakaran yang lainnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa sekitar 2.000 unit truk pemadam kebakaran telah dibeli oleh pemerintah tahun lalu. Pengadaan ini kini terbukti sangat membantu dalam kebutuhan penanganan kebakaran di berbagai wilayah.
“Untungnya, tahun lalu kami sudah mengambil langkah untuk membeli truk pemadam kebakaran sebanyak 2.000 unit, dan itu terbukti sangat dibutuhkan saat ini,” kata Prasetyo.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya karhutla, termasuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang memerlukan alat berat untuk membuka lahan dengan cara yang tidak merusak lingkungan.
“Intinya, jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kerugian akibat kebakaran jauh lebih besar,” tegas Prasetyo.




