berita

Harga Makanan Melonjak Karena Konflik dengan Iran, Warga AS Mengurangi Konsumsi Makanan

Warga Amerika Serikat mulai mengurangi frekuensi makan mereka akibat lonjakan harga yang disebabkan oleh operasi militer yang dilakukan oleh AS terhadap Iran. Pernyataan ini disampaikan oleh Pemimpin Minoritas Demokrat Senat AS, Chuck Schumer.

Schumer mengungkapkan bahwa banyak warga AS terpaksa melewatkan waktu makan mereka akibat konflik yang dianggap sembrono di Iran, yang diduga sengaja dipicu oleh Presiden AS Donald Trump. Dia menekankan bahwa situasi ini menjadi bukti nyata bagaimana kekacauan yang ditimbulkan oleh keputusan tersebut semakin menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka, termasuk untuk membeli makanan.

Tanggapan Schumer muncul seiring dengan laporan dari berbagai media yang menunjukkan bahwa masyarakat AS kini harus mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan makanan, demi menutupi biaya bahan bakar yang melambung tinggi setelah Iran memblokade Selat Hormuz.

Pada tanggal 28 Februari, serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel menargetkan beberapa lokasi di Iran, termasuk ibukota Teheran. Serangan ini menyebabkan kerusakan yang cukup parah dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil.

Sebagai respons, Iran melakukan serangan balik terhadap wilayah Israel dan juga fasilitas militer AS yang ada di Timur Tengah.

Peningkatan ketegangan ini berujung pada terjadinya blokade de facto Selat Hormuz, sebuah jalur strategis yang vital untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara di Teluk Persia ke pasar internasional.

Gangguan yang terjadi di kawasan ini juga berdampak pada produksi dan ekspor minyak, sehingga memicu kenaikan harga yang signifikan di pasar global.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k