Tragedi Maradona Afrika: Depresi dan Usaha Bunuh Diri Setelah Gagal Piala Dunia 1994

Mantan gelandang Timnas Nigeria, Etim Esin, menceritakan kisah tragis yang mengwarnai perjalanan kariernya yang awalnya sangat menjanjikan, khususnya di akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Ia mengaku mengalami depresi yang mendalam dan nyaris melakukan bunuh diri setelah tidak terpilih untuk masuk dalam skuad Super Eagles pada Piala Dunia 1994.
Esin, yang dikenal dengan julukan ‘Maradona Afrika’ karena keahlian individunya yang luar biasa, awalnya dianggap sebagai calon bintang sepak bola Nigeria. Ia pernah menjadi incaran sejumlah klub Eropa sebelum akhirnya bergabung dengan AA Gent di Belgia.
Namun, perjalanan kariernya mengalami kemunduran yang signifikan akibat masalah disiplin. Salah satu momen kelam dalam hidupnya adalah tuduhan pemerkosaan yang membuatnya terpaksa kembali ke Nigeria untuk menghindari proses hukum. Tuduhan tersebut akhirnya terbukti tidak benar setelah lebih dari dua dekade.
Kekecewaan puncaknya terjadi ketika pelatih Clemens Westerhof tidak memilihnya untuk memperkuat Nigeria di Piala Dunia 1994. Padahal, turnamen itu adalah debut bersejarah bagi Nigeria di pentas dunia.
“Penyesalan terbesar saya adalah tidak bisa bermain di Piala Dunia. Itu membuat saya terpuruk. Saya hampir mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidup saya sendiri karena saya memiliki impian yang hancur,” ungkap Esin dalam sebuah podcast yang dilansir oleh Guardian.ng pada 10 April 2026.
Kegagalan tersebut berdampak besar pada rasa percaya diri Esin, mendorongnya untuk mencari pelarian, termasuk penggunaan narkoba sebagai cara untuk mengatasi rasa sakit emosionalnya.
Esin juga mengingat janji yang pernah diberikan oleh tokoh terkemuka Nigeria, Moshood Kashimawo Olawale Abiola, yang menyatakan bahwa dia akan diangkat menjadi kapten tim jika sukses dalam pemilihan umum 1993. Namun, harapan tersebut sirna setelah Abiola dipenjara, menyebabkan impiannya tak kunjung terwujud.
Meski tanpa kehadiran Esin, Nigeria tetap menunjukkan performa yang mengesankan di Piala Dunia 1994 dengan berhasil lolos dari fase grup, meskipun akhirnya tersingkir tipis oleh Italia di babak 16 besar.
Dalam refleksinya mengenai kondisi sepak bola Nigeria saat ini, Esin memberikan kritik tajam terhadap federasi sepak bola setempat yang dinilai gagal dalam mempersiapkan tim untuk Piala Dunia 2022 dan 2026.
Ia berpendapat bahwa negara yang memiliki potensi besar seperti Nigeria seharusnya mampu bersaing di kancah internasional. Esin bahkan menyarankan perlunya perubahan total dalam pengelolaan sepak bola nasional, termasuk melibatkan sosok-sosok seperti Michael Emenalo dan John Obi Mikel.
Menurutnya, kegagalan untuk tampil di dua edisi Piala Dunia berturut-turut merupakan pukulan telak yang sulit diterima oleh bangsa yang memiliki banyak talenta seperti Nigeria.




