Polisi Terapkan Skema One Way untuk Atasi Lalu Lintas Padat di Jalur Wisata Lembang saat Libur Panjang

Kepolisian setempat telah mempersiapkan penerapan skema rekayasa lalu lintas one way di area wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan jumlah kendaraan yang signifikan pada libur panjang akhir pekan ini, tepatnya pada hari Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurut Kasat Lantas Polres Cimahi, AKP Arviandre Maliki, arus kendaraan menuju Lembang, terutama dari arah Bandung, menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Meskipun saat ini belum terjadi kepadatan yang parah, pihak kepolisian tetap waspada.
“Pada hari ini, kami mencatat adanya peningkatan volume lalu lintas di kawasan Lembang. Kami telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas one way yang akan diterapkan secara situasional jika volume kendaraan terus meningkat,” ungkapnya di Bandung Barat, Sabtu.
Ia juga menjelaskan bahwa lonjakan jumlah wisatawan mulai terlihat setelah waktu shalat Jumat, dengan puncak kunjungan diperkirakan akan terjadi pada hari Sabtu. “Hingga Jumat sore, lalu lintas mulai ramai. Namun, puncak kedatangan para wisatawan diprediksi akan terjadi pada hari Sabtu ini, karena banyak yang masih dalam perjalanan,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi situasi tersebut, Polres Cimahi telah menempatkan petugas di beberapa titik yang rawan kepadatan, termasuk Simpang Beatrix, Simpang Panorama, dan Simpang Grand Hotel Lembang. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kemacetan.
Pada malam sebelumnya, Polres Cimahi juga melakukan pemantauan terhadap arus kendaraan di berbagai lokasi, termasuk pergerakan massa buruh yang menuju Jakarta dalam rangka peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2026.
“Kami juga telah menyiapkan personel untuk pengaturan arus lalu lintas saat kepulangan buruh dari Jakarta menuju Cimahi dan Bandung Barat melalui gerbang tol Baros dan Padalarang pada Jumat malam,” jelasnya.
Pihak Polres Cimahi menegaskan bahwa pengawasan terhadap arus lalu lintas akan dilakukan secara berkelanjutan selama periode libur panjang ini. Hal ini mencakup kesiapan untuk menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional jika terjadi peningkatan volume kendaraan di kawasan wisata Lembang.




