bisnis

Kemenhub Tegaskan Penerbangan di Bandara Kualanamu Sudah Normal Setelah Erupsi Sinabung

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu kini telah kembali normal setelah terjadinya erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

Pernyataan mengenai normalisasi operasional di Bandara Kualanamu tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa. Ia menjelaskan bahwa tidak ada lagi temuan abu vulkanik di area bandara, yang menjadi indikator penting bagi kelancaran penerbangan.

“Operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu telah berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap Lukman dalam siaran pers yang dirilis pada Jumat, 4 September 2026.

Sejak Rabu, 2 September 2026, hasil pemantauan menunjukkan bahwa tidak terdeteksi keberadaan abu vulkanik di Bandara Internasional Kualanamu. Hal ini dibuktikan dengan hasil kertas uji yang menunjukkan kondisi bersih dari abu tersebut.

“Pemantauan abu vulkanik dilakukan menggunakan paper test di Bandara Kualanamu dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB,” tambah Lukman.

Meskipun situasi saat ini sudah membaik, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub tetap melakukan pemantauan yang cermat dan berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. Ini mencakup penilaian potensi dampak penyebaran abu vulkanik terhadap operasi penerbangan di Bandara Kualanamu.

Lukman juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari SIGMET (Significant Meteorological Information) yang diterima dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, pada 2 September 2026, terpantau adanya aktivitas erupsi Gunung Sinabung dengan penyebaran awan abu vulkanik hingga ketinggian 14.000 kaki.

“Awan abu tersebut bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 5 knot, dan diperkirakan intensitasnya tetap stabil,” ujarnya.

Informasi SIGMET tersebut berlaku pada rentang waktu 12.00 hingga 18.00 WIB pada tanggal 2 September 2026. Kondisi ini menjadi fokus dalam pemantauan keselamatan penerbangan, terutama terkait kemungkinan perubahan arah dan kecepatan angin yang bisa mempengaruhi pergerakan abu vulkanik dan berdampak pada jalur penerbangan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mendapatkan informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung berapi melalui VAAC Darwin dan Stasiun Meteorologi. Data ini digunakan untuk koordinasi dan pengambilan langkah-langkah mitigasi yang tepat bersama penyelenggara bandara, maskapai penerbangan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Diketahui bahwa pada 1 September 2026, terdapat laporan mengenai adanya abu vulkanik tipis yang terdeteksi di area parkir pesawat di Bandara Kualanamu. Sebagai langkah pencegahan, operasional penerbangan sempat ditutup pada hari Selasa, 1 September 2026, berdasarkan NOTAM A3250/26.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k