Artos Olla Tantang Netizen Buktikan Video Call Ruben Onsu Editan AI, Raih Hadiah Rp50 Juta!

Rekaman video call yang melibatkan nama Ruben Onsu kembali mencuat ke permukaan, memicu perdebatan sengit di kalangan warganet. Kali ini, Artos Olla turut bersuara dengan mengeluarkan tantangan kepada siapa saja yang dapat membuktikan bahwa video tersebut merupakan hasil dari pengeditan menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Artos bahkan tidak main-main; ia menawarkan hadiah sebesar Rp50 juta kepada siapapun yang berhasil membuktikan klaim tersebut. Tantangan ini diungkapkan melalui Instagram Story pada akun @artosolla3, di tengah derasnya spekulasi masyarakat mengenai keaslian video yang beredar luas.
Dalam unggahannya, Artos mengungkapkan keyakinannya bahwa rekaman video call itu bukanlah hasil dari manipulasi. Ia pun mengajak warganet yang merasa mampu untuk memberikan bukti sebaliknya untuk mengikuti sayembara yang ia adakan.
“Siapapun yang bisa membuktikan video itu adalah editan atau hasil AI, saya bukan orang kaya, tetapi saya bersedia memberikan 50 juta sebagai hadiah bagi yang bisa membuktikannya,” tulis Artos dalam sebuah postingan yang viral pada Kamis (15/10/2026).
Artos tidak hanya menantang, tetapi juga memberikan pesan kepada netizen agar tidak mudah terpengaruh oleh beragam narasi yang beredar. Ia menyoroti beberapa perilaku yang menurutnya patut dicermati oleh publik di tengah situasi polemik ini.
“Di tahun 2026 ini, masih saja ada yang mau dibodohi oleh oknum-oknum tertentu! Ingat, kalian tidak perlu menyukai saya, tetapi jika kita berbicara tentang pengkhianat, penipu, dan fitnah, apakah itu benar di mata kalian?” ujarnya dengan tegas.
Pernyataan Artos ini muncul setelah sosok pria yang terlibat dalam rekaman video call dengan Ruben Onsu juga memberikan penjelasan. Artos yang mendampingi pria tersebut menekankan bahwa video yang dimaksud adalah asli dan bukan hasil editing.
Pihaknya membantah segala tuduhan yang menyebutkan bahwa mereka menerima uang atau suap untuk menjatuhkan nama Ruben. Menurut Artos, tuduhan tersebut justru menjadi salah satu alasan mengapa rekaman tersebut akhirnya disetujui untuk dibagikan kepada Sarwendah.
“Dalam video itu, dia tidak terpengaruh, tetapi saya bisa menjamin 100 persen bahwa rekaman itu adalah asli,” tegas Artos saat mendampingi Y dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini.
Artos juga menggarisbawahi bahwa ia dan Y tidak pernah menerima imbalan apapun untuk menyerang pihak Ruben Onsu, meskipun isu tersebut beredar luas di media sosial.




