berita

Luka Bakar Aktivis KontraS Akibat Siraman Air Keras di Wajah, Dada, dan Tangan

Jakarta – Andrie Yunus, yang menjabat sebagai Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), saat ini sedang menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh pelaku yang belum dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Saat ini, Andrie tengah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa ia mengalami berbagai luka bakar di beberapa bagian tubuh sebagai akibat dari serangan tersebut. Jenis dan lokasi luka yang dialami oleh Andrie telah diidentifikasi melalui visum et repertum yang dilakukan oleh tim medis.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Reynold Hutagalung, menjelaskan bahwa luka bakar yang dialami Andrie mencakup bagian wajah sebelah kanan hingga dada, serta luka pada tangan kanan dan kiri. Penjelasan ini disampaikan pada Selasa, 17 Maret 2026, sebagai bagian dari update mengenai kondisi korban.

Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku penyiraman. Berdasarkan informasi awal, mereka menduga bahwa serangan ini dilakukan oleh sekelompok empat orang yang menggunakan dua sepeda motor.

Kombes Pol Iman Imanuddin, yang menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa para pelaku telah mengamati pergerakan Andrie sebelum melakukan serangan tersebut. Ini menunjukkan adanya perencanaan yang matang dari pihak pelaku.

“Para terduga pelaku mengikuti aktivitas korban dari wilayah Jakarta Selatan hingga menuju titik kumpul yang berada di Jalan Merdeka Timur, tepat di depan Stasiun Gambir,” ungkap Iman Imanuddin.

Menurutnya, penyidik telah mengumpulkan rekaman dari kamera pengawas (CCTV) yang menunjukkan jejak pergerakan para pelaku di sejumlah ruas jalan di pusat Jakarta. Hal ini menjadi salah satu bukti penting dalam proses penyelidikan.

Mereka diketahui melewati Jalan Ir H Djuanda, Jalan Medan Merdeka Barat, dan kawasan Tugu Tani sebelum akhirnya menuju lokasi kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Dari lokasi tersebut, para pelaku diduga mulai membuntuti Andrie setelah ia menyelesaikan kegiatan di kantor YLBHI. Penelusuran ini menunjukkan bahwa mereka telah merencanakan aksi tersebut dengan cermat.

“Setelah acara di YLBHI, pelaku mengikuti korban. Korban sempat berhenti untuk mengisi bahan bakar di Cikini Raya sebelum mereka melancarkan serangan,” kata Iman menjelaskan kronologi kejadian.

Sekitar pukul 23.32 WIB, para pelaku terlihat berada di area SPBU Cikini Raya. Mereka menunggu di sekitar lokasi tersebut sebelum melaksanakan aksi keji mereka terhadap Andrie.

Peristiwa ini menyoroti isu penting tentang keselamatan para aktivis di Indonesia, terutama mereka yang berjuang untuk hak asasi manusia dan keadilan. Luka bakar aktivis seperti yang dialami Andrie menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi oleh individu yang terlibat dalam pergerakan sosial.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku yang terlibat. Penyelidikan yang mendalam diharapkan dapat memberikan kejelasan dan keadilan bagi Andrie dan semua aktivis yang berjuang untuk perubahan positif di masyarakat.

Dukungan publik terhadap Andrie pun mulai mengalir, menunjukkan solidaritas terhadap korban yang mengalami luka bakar. Banyak yang menyerukan agar tindakan tegas diambil terhadap pelaku kekerasan semacam ini, guna melindungi para aktivis dari ancaman yang mungkin terjadi di masa depan.

Kondisi Andrie yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit menjadi perhatian banyak pihak. Harapan agar ia segera pulih dan dapat melanjutkan perjuangannya untuk keadilan menjadi harapan bersama.

Isu keselamatan aktivis tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak berwenang, tetapi juga menjadi perhatian seluruh masyarakat. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap mereka yang berjuang untuk hak asasi manusia, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Kejadian ini juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga lingkungan yang aman bagi para aktivis, agar mereka dapat bekerja tanpa rasa takut akan ancaman kekerasan. Keberanian Andrie dan orang-orang seperti dia harus dihargai dan dilindungi, bukan sebaliknya.

Masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan iklim yang mendukung kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia.

Dengan demikian, kasus luka bakar aktivis ini menjadi panggilan untuk bertindak, baik bagi pemerintah maupun masyarakat luas, agar keamanan dan kesejahteraan aktivis dijamin demi masa depan yang lebih baik.

Related Articles

Back to top button
slot depo qris slot qris