Eks Bek Real Madrid Menilai Penunjukan Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Real Madrid Kurang Tepat

Mantan bek Real Madrid, Ivan Helguera, telah menyampaikan kritik tajam terkait keputusan klub yang mengangkat Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala pada Januari 2026. Helguera berpendapat bahwa penggantian Xabi Alonso dengan Arbeloa tidaklah sesuai untuk klub sebesar Real Madrid, yang memiliki sejarah dan tradisi tinggi dalam dunia sepakbola.
Helguera menganggap bahwa keputusan untuk memecat Alonso sejak awal tidak memiliki alasan yang kuat. Ia berpendapat bahwa jika manajemen klub memutuskan untuk mengganti pelatih, seharusnya mereka menunjuk sosok yang memiliki pengalaman yang lebih luas dan mendalam dalam dunia kepelatihan.
“Keputusan untuk memecat Xabi Alonso merupakan langkah yang kurang bijaksana. Jika Anda memutuskan untuk memberhentikan pelatih, Anda harus mencari pelatih yang telah memiliki pengalaman yang cukup untuk menangani situasi yang kompleks seperti ini,” ujar Helguera.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Arbeloa masih minim pengalaman dalam melatih di level tertinggi, sehingga dirasa kurang tepat untuk menghadapai tekanan yang besar di Real Madrid.
“Klub ini tiba-tiba menunjuk pelatih muda yang belum pernah menangani tim di Divisi Pertama. Saya rasa Arbeloa bukan pilihan yang tepat untuk menghadapi situasi yang penuh tekanan seperti ini. Real Madrid tidak bisa bereksperimen dengan pelatih yang belum teruji saat berada dalam masa-masa penting,” tambahnya.
Selain mempertanyakan keputusan pelatih, Helguera juga mengkritik kebijakan klub yang dinilainya belum maksimal dalam memanfaatkan potensi akademi dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mengamati bahwa Barcelona telah berhasil memanfaatkan akademi mereka dengan sangat baik, yang memberi keuntungan signifikan bagi klub tersebut. Menurutnya, ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi Real Madrid untuk meningkatkan sistem pengembangan pemain.
“Keberhasilan Barcelona dalam mengelola akademi mereka telah memudahkan banyak aspek bagi tim. Ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi Real Madrid,” ungkap Helguera.
Helguera juga mencatat bahwa Barcelona memiliki pendekatan yang lebih konsisten dalam merumuskan filosofi permainan mereka. Hal ini terlihat dari bagaimana pelatih yang datang selalu menyesuaikan diri dengan sistem yang telah ada di klub.
“Di Barcelona, seorang pelatih datang dan mengadaptasi gaya permainan yang sudah ada. Sementara itu, di sini, pelatih berganti-ganti dan sering kali membawa pendekatan yang berbeda. Ini tidak terjadi di Barcelona, di mana para pelatih harus beradaptasi dengan sistem yang ada,” jelasnya.
Meskipun begitu, Helguera percaya bahwa Real Madrid masih memiliki mentalitas pemenang yang kuat. Namun, ia menekankan pentingnya klub untuk lebih memperhatikan pengembangan pemain dan filosofi permainan secara lebih konsisten agar dapat bersaing di level tertinggi.




