Sarwendah Unggah Video Ruben Onsu, Betrand Peto Sebut Tidak Ada Habisnya Upaya Hancurkan Ayah dan Aku

Betrand Peto kini menjadi sorotan publik di tengah konflik yang semakin memanas antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Dalam sebuah unggahan di Instagram Story, Betrand mengungkapkan kekecewaannya terhadap sosok yang diduga merujuk pada Sarwendah. Pernyataan tersebut pun memicu berbagai reaksi dari netizen.
Dalam unggahannya, penyanyi yang dikenal dengan lagu “Bila Memang Kamu” ini menyiratkan adanya pihak yang berusaha menghancurkan dirinya dan Ruben. Ia bahkan berharap agar Tuhan memberikan teguran bagi tindakan yang menurutnya tidak pantas itu.
“Enggak ada habisnya dia mau menghancurkan ayah dan aku,” tulisnya, yang dikutip pada Senin (12/10/2026).
Betrand melanjutkan pernyataannya dengan nada yang sama, berharap agar pihak yang dimaksud mendapatkan pengampunan serta konsekuensi atas perbuatannya.
“Semoga Tuhan memaafkan semua ulah dan pikiran jahatnya serta membalas apa yang telah dilakukannya dengan teguran.”
Unggahan Betrand tersebut langsung menarik perhatian netizen. Banyak di antara mereka yang justru meminta agar ia tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan dan mendorong Ruben untuk mengklarifikasi masalah yang menjadi perbincangan.
Salah satu netizen memberikan saran kepada Betrand untuk meminta penjelasan dari sang ayah mengenai video yang beredar, alih-alih memperpanjang perdebatan melalui unggahan pribadinya.
“Gini bro, daripada kebanyakan yapping mending suruh ayahmu klarifikasi maksud video itu. Enggak usah bawa-bawa Tuhan karena Dia tidak suka melihat umatnya menyimpang,” ujar seorang netizen.
Komentar lain menyoroti perubahan sikap Betrand di tengah konflik yang melibatkan kedua orangtuanya. Para warganet mengingatkan kembali momen ketika Betrand mengalami perundungan karena kedekatannya dengan ibu angkatnya.
“Kok Onyo jadi gitu ya? Padahal dulu waktu dia dibully karena dianggap terlalu dekat dengan ibu angkatnya, justru Sarwendah kan yang membela dia,” balas netizen yang lain.
Selain itu, ada juga netizen yang mempertanyakan sikap Betrand, karena dianggap ikut terjebak dalam konflik antara Ruben dan Sarwendah. Mereka berpendapat bahwa masalah antara kedua orangtuanya sebaiknya diselesaikan langsung oleh mereka.
“Jadi, kalau bapakmu yang menyerang ibumu enggak masalah gitu?” celetuk seorang warganet.
Ketegangan antara Ruben dan Sarwendah mulai mencuat setelah Ruben mengunggah rekaman CCTV yang menunjukkan seorang perempuan yang diduga sebagai Manda, asisten Sarwendah, mengambil amplop putih dari tas merah di atas sofa.
Rekaman tersebut menjadi titik awal dari perdebatan publik mengenai hubungan antara Ruben, Sarwendah, dan Betrand. Hal ini mengundang banyak perhatian dan spekulasi dari berbagai kalangan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Perseteruan yang terjadi di keluarga ini menunjukkan betapa sulitnya menavigasi hubungan personal di tengah sorotan publik. Betrand, sebagai anak yang berada di tengah konflik ini, jelas merasa tertekan dan bingung. Ia tampaknya berusaha untuk melindungi ayahnya, Ruben, namun di sisi lain juga tidak ingin terlibat dalam pertikaian yang berpotensi merusak hubungan keluarganya.
Ketika seorang figur publik seperti Ruben Onsu terlibat dalam konflik, dampaknya tentu saja meluas, tidak hanya bagi dirinya dan Sarwendah, tetapi juga bagi anak-anak mereka. Betrand, yang tumbuh di bawah sorotan media, harus belajar untuk menangani situasi ini dengan cara yang dewasa.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi setiap individu untuk menjaga komunikasi yang baik. Ruben dan Sarwendah perlu menyelesaikan masalah mereka dengan cara yang konstruktif, tanpa melibatkan anak-anak mereka dalam konflik yang tidak perlu.
Menjaga keharmonisan keluarga di tengah tekanan publik adalah tantangan tersendiri. Betrand berusaha untuk tetap tegar dan memberikan dukungan kepada ayahnya, namun ia juga membutuhkan dukungan dan pengertian dari kedua orangtuanya.
Melihat dari sudut pandang Betrand, kita bisa memahami betapa beratnya beban yang ia tanggung. Ia bukan hanya seorang anak yang ingin melindungi ayahnya, tetapi juga seorang individu yang ingin menjaga hubungan baik dengan ibunya. Ini adalah dilema emosional yang sulit, dan semua pihak harus berusaha untuk saling mendengarkan.
Di tengah semua gejolak ini, masyarakat pun diingatkan untuk lebih bijak dalam memberikan komentar. Meskipun netizen memiliki hak untuk berpendapat, penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki perasaan dan situasi pribadi yang mungkin tidak sepenuhnya dipahami oleh orang lain.
Dengan demikian, konflik yang terjadi antara Ruben Onsu dan Sarwendah menjadi pelajaran bagi banyak orang tentang pentingnya komunikasi, pengertian, dan empati. Dalam setiap hubungan, terutama yang melibatkan keluarga, hal-hal ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan saling menghormati.
Ke depannya, diharapkan Ruben, Sarwendah, dan Betrand bisa menemukan jalan keluar dari permasalahan ini dan kembali fokus pada hal-hal positif dalam hidup mereka. Seperti yang kita ketahui, kehidupan di bawah sorotan publik memang tidak mudah, tetapi dengan dukungan satu sama lain, mereka dapat mengatasi setiap tantangan yang ada.




