Pramono Rencanakan Pengembangan Jalur Laut TransJakarta untuk Rute Pulau Seribu

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa fokus utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah merealisasikan pengembangan jalur laut TransJakarta yang akan menghubungkan berbagai titik di Pulau Seribu.
Pramono menambahkan bahwa selain jalur laut, pihaknya juga menyiapkan regulasi dan pendanaan untuk pengembangan transportasi udara melalui TransJakarta.
“Konsentrasi pertama kita adalah pada transportasi laut, tetapi kami juga sedang mempersiapkan untuk transportasi udara,” ungkap Pramono saat ditemui di kawasan TB Simatupang, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Pramono, Jakarta sebagai kota global harus siap dengan sistem transportasi yang sebanding dengan kota-kota besar di dunia lainnya.
Dia memberikan contoh kota-kota megah seperti New York, London, dan Beijing, yang sudah memiliki sistem transportasi udara, termasuk penggunaan helikopter.
Oleh karena itu, Pramono menilai penting bagi Jakarta untuk mempersiapkan layanan transportasi udara melalui PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).
“Dalam mengembangkan Jakarta sebagai kota global, kita perlu mencontoh cara pengelolaan transportasi udara yang diterapkan di kota-kota besar dunia lainnya, yang sudah mengatur penggunaan helikopter dan moda transportasi lain,” tegas Pramono.
Meski sedang mempertimbangkan pengembangan jalur udara, saat ini fokus utama Pemprov DKI Jakarta adalah operasional jalur laut TransJakarta yang menuju Pulau Seribu.
Sebelumnya, Direktur Utama PT TransJakarta, Welfizon Yuza, menyatakan bahwa mereka menargetkan transisi pengelolaan transportasi laut ke Kepulauan Seribu akan berlangsung dalam waktu sekitar satu tahun, dengan rencana mulai beroperasi pada Juni 2027.
Welfizon menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan kunjungan ke lima pulau, yaitu Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan, sebagai bagian dari persiapan.
“Kami juga telah bertemu dengan operator dan pengusaha kapal tradisional. Harapan mereka adalah, dengan melihat sistem yang ada di darat, ada peluang untuk bekerja sama dengan pelaku usaha kapal tradisional sebagai operator,” kata Welfizon.
Pada tahap awal, TransJakarta akan memanfaatkan aset yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta, termasuk kapal, dermaga, dan fasilitas pelabuhan yang tersedia.
Selain itu, pembenahan dalam sistem ticketing dan penerapan teknologi layanan akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.




