Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menekankan pentingnya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk risiko bencana alam. Hal ini menjadi krusial agar capaian pembangunan yang telah diraih dapat berlanjut dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.
Pernyataan tersebut disampaikan Bima saat menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumbar, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Sumbar, yang berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Sumbar, Kota Padang, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
“Perayaan 81 tahun Sumatera Barat adalah sebuah kisah tentang bagaimana masyarakatnya berhasil mengubah berbagai tantangan dan ujian menjadi kekuatan, yang pada akhirnya mendorong kemajuan,” ungkap Bima dengan penuh semangat.
Bima menjelaskan bahwa pencapaian pembangunan di Sumbar tercermin dalam berbagai indikator yang berada di atas rata-rata nasional, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan laju pertumbuhan ekonomi yang positif.
Capaian tersebut merupakan modal penting bagi Sumatera Barat untuk melanjutkan pengembangan daerah ke arah yang lebih baik.
Namun, ia menekankan bahwa kemajuan tidak semata-mata dapat diukur dari aspek pembangunan infrastruktur dan kualitas layanan publik saja.
Penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memiliki kapasitas dalam melindungi kehidupan serta memastikan keberlanjutan pembangunan saat menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi.
“Ketangguhan suatu daerah tidak hanya berarti kesiapan menghadapi bencana, tetapi juga kemampuan untuk mencegah bencana merusak masa depan,” tegasnya.
Dalam konteks ini, Bima memberikan apresiasi terhadap dimasukkannya dimensi kebencanaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar untuk periode 2025–2029. Langkah ini menunjukkan bahwa antisipasi terhadap risiko bencana telah menjadi bagian integral dari perencanaan pembangunan daerah.
Dengan demikian, kebijakan pembangunan perlu dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin muncul di masa mendatang.
Selain ketangguhan menghadapi bencana, Bima juga menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, para pemimpin daerah harus mempersiapkan generasi mendatang agar pembangunan manusia dapat sejalan dengan perkembangan fisik dan infrastruktur.
Bima melihat bahwa Sumbar memiliki modal sosial yang kuat untuk mewujudkan hal ini. Modal tersebut berasal dari nilai-nilai agama dan adat, jaringan perantauan, serta semangat juang dan inovasi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

