PT PLN (Persero) melalui inisiatif PLN Peduli meluncurkan program PETIR yang dioperasikan oleh PLN UIP2B Jamali dan PLN UP2B Jateng & DIY. Program ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen kawasan wisata air yang terletak di Sungai Tuntang, Desa Candirejo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menjelaskan bahwa program ini mencakup pelatihan yang berfokus pada keselamatan dan penanganan situasi darurat. Hal ini ditujukan untuk mempersiapkan masyarakat agar mampu mengelola destinasi wisata dengan aman.
“Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan keterampilan mereka, terutama dalam hal menjaga keselamatan serta kelestarian lingkungan sungai,” ungkap Munawwar dalam keterangannya pada Senin, 27 April 2026.
Pelatihan ini diadakan mengingat Desa Candirejo memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata air, seperti arung jeram, tubing, dan aktivitas ‘jeguran’ yang dikelola oleh Pokdarwis Pesona Garda.
“Sungai Tuntang juga memiliki keterkaitan langsung dengan operasional PLTA Jelok dan Timo, sehingga penting bagi kita untuk menjaga kelestarian lingkungan di sekitarnya,” jelasnya lebih lanjut.
Senada dengan pernyataan tersebut, Manager PLN UP2B Jateng & DIY, Rachmat Hidayat, menambahkan bahwa standar keselamatan merupakan hal yang sangat krusial dalam pengelolaan wisata air.
“Keamanan para wisatawan harus menjadi prioritas utama. Dengan pengelolaan yang tepat, kegiatan wisata dapat berlangsung dengan lebih optimal,” ujar Rachmat.
Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pelatihan mengenai pertolongan pertama dan penanganan keadaan darurat. Selain itu, mereka juga diperkuat pemahaman terkait standar usaha pariwisata berbasis risiko sesuai dengan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 4 Tahun 2021.
Dukungan lainnya yang diberikan meliputi fasilitas penerangan dan petunjuk arah di kawasan wisata. Terdapat juga sertifikasi untuk pemandu wisata dan persiapan Ahli K3 Umum guna mendukung operasional di lapangan. Ketua Pokdarwis Candirejo Pesona Garda, Muhammad Zamroni, menegaskan bahwa pelatihan ini sangat membantu dalam mempersiapkan pengelola.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami merasa lebih siap dalam mengelola sektor wisata, terutama dalam memastikan keselamatan para pengunjung,” pungkasnya.

