Terapi kanker berbasis sel semakin menjadi topik pembicaraan hangat dalam dunia medis. Meskipun demikian, penerapan terapi sel untuk pasien kanker tidaklah semudah menggantikan metode pengobatan konvensional dengan pendekatan baru ini.
Menurut dr. Sandy Qlintang, M.Biomed, selaku Presiden Direktur PT Bifarma Adiluhung, istilah yang lebih tepat untuk terapi ini adalah terapi sel imun, bukan terapi sel punca. Hal ini penting untuk dipahami agar pasien memiliki ekspektasi yang realistis mengenai proses dan hasil pengobatan.
Terapi sel imun berfokus pada pemanfaatan sistem kekebalan tubuh pasien. Dalam proses ini, sel imun diambil dari tubuh pasien, kemudian diperkuat dan dikembangkan di laboratorium sebelum dikembalikan ke dalam tubuh. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan sel imun dalam menyerang dan menghancurkan sel-sel kanker.
Namun, dr. Sandy mengingatkan bahwa terapi sel bukanlah satu-satunya pendekatan dalam pengobatan kanker. Sebaliknya, terapi ini sebaiknya dipandang sebagai bagian dari kombinasi beberapa metode pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
“Pengobatan kanker memiliki berbagai tahapan. Yang paling umum adalah kemoterapi, diikuti dengan pembedahan jika perlu, serta radioterapi. Setelah itu, pendekatan yang lebih maju seperti penggunaan antibodi dapat dilakukan. Terapi sel adalah tahap terakhir yang harus dilalui,” jelas dr. Sandy pada acara Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series (DBSDLS) 2026 yang diselenggarakan oleh Kalbe di Jakarta pada 29 Agustus 2026.
Ia menambahkan bahwa terapi sel imun berperan sebagai terapi tambahan atau ajuvan yang bertujuan untuk memperkuat pengobatan yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam proses ini, sel imun pasien diproses untuk meningkatkan efektivitasnya dalam mengenali dan menyerang sel kanker.
“Ada beberapa metode terapi lainnya. Terapi sel bisa dianggap sebagai terapi ajuvan yang berfungsi untuk memperkuat pengobatan. Sel-sel imun yang diambil dari tubuh pasien akan diperkuat di laboratorium sebelum dimasukkan kembali untuk menyerang sel kanker. Terapi ini akan lebih efektif jika sel kanker dalam kondisi lebih aktif akibat kemoterapi, yang membuat sel kanker lebih mudah dikenali dan diserang oleh terapi sel ini,” ungkapnya.
Dari penjelasan dr. Sandy, dapat disimpulkan bahwa pengobatan kanker tidak dapat bergantung pada satu metode saja. Pendekatan yang terintegrasi dan disesuaikan dengan karakteristik serta kondisi kanker setiap pasien sangatlah penting untuk mencapai hasil yang optimal.

