Bakar Duit 5K di Mahjong Ways Pakai Infinix Worthy Bocoran Rahasia Main Mahjong Ways di Tecno Camon 30 Buat Pemula Cara Main Mahjong Ways di iPhone Agar Auto Maxwin 10K Game Mahjong Ways di HP Samsung: Performa & Tips Menang 5K Gila! Poco F6 Bisa Jalanin Mahjong Ways 5K HP Xiaomi Main Mahjong Ways Lancar, Simak Review & Trik PGSoft Layar OLED OPPO untuk Grafik Mahjong Ways Habanero Terbaik Menang 10K di Mahjong Ways Tanpa Google di Huawei HarmonyOS Realme GT Neo6 vs Mahjong Ways: Bisa 5K No Lag Review Lengkap Mahjong Ways 10K di Vivo V Series
Analisis Ritme Putaran Slot Terbaru Pragmatic Bocoran Jam Hoki Olympus Hari Ini Pragmatic Cara Melihat Peluang Scatter Gratis PG Soft Pola Mahjong Ways Tangkas Menang PG Soft Rahasia Manajemen Bankroll Profesional 10K Spin Turbo Campuran Manual Pragmatic Strategi Menang di KoiGate Malam Ini Habanero Strategi Taruhan Kecil Hasil Melimpah 5K Tips Main Aman Modal Minim 5K Trik Mendapatkan Multiplier Tinggi Habanero Fakta Pola RTP Rahasia yang Baru Terungkap Racikan Strategi Pola RTP Terbaru & Terkini Sistem Strategi Menang Terkini Versi Terbaru Analisis Pola dan Tips Bermain Mahjong Ways Terbaru Panduan Gates of Olympus Berdasarkan Analisis Strategi Pembahasan Analisis Pragmatic Play dan Jam Main Terbaik Strategi Pragmatic Play dengan Analisis Jam Bermain Analisis Pola Bermain PG Soft dan Jam Bermain Terbaik Panduan Analisis PG Soft untuk Strategi Bermain Cerdas Pembahasan Gates of Olympus dengan Analisis Pola Terkini Strategi Bermain Mahjong Ways Melalui Analisis dan Jam Aktif Habanero Gacor Anti Zonk PG Soft Jalur JP Anti Rungkad Terbongkar Mahjong Ways Pintu Scatter Terbongkar Pragmatic Play Celah Jackpot Cara Baca Pola Menang: Panduan Lengkap Insight Cara Kuasai RTP NetEnt Hari Ini Cara Menang Red Tiger Lebih Aman Habanero Proyeksi Harian Berbasis RTP Habanero Proyeksi RTP Harian Pendekatan Objektif
Teknologi

Windows 11 S Mode Ternyata Tidak Selalu Bisa Dimatikan Ini Fakta di Beberapa Device

Pernah merasa seperti terjebak? Anda membeli laptop baru, penuh semangat ingin memasang software favorit, tapi selalu ada halangan. Rasanya sangat membatasi ketika pilihan Anda tidak bisa diwujudkan.

Ini bukan kesalahan Anda. Pada beberapa model perangkat, varian sistem operasi yang terbatas ini sengaja dikunci oleh produsen. Varian ini dirancang untuk keamanan dan kinerja maksimal, dengan membatasi instalasi aplikasi hanya dari Microsoft Store.

Artikel ini hadir sebagai panduan lengkap untuk Anda. Kami akan membongkar mengapa hal ini terjadi dan menuntun Anda melalui berbagai solusi. Mulai dari cara standar hingga metode teknis yang lebih mendalam.

Setiap langkah dijelaskan dengan jelas, untuk semua tingkat keahlian. Tujuannya satu: membantu Anda mendapatkan kebebasan penuh atas perangkat Anda.

Poin Penting yang Akan Dibahas

  • Windows 11 S Mode adalah varian sistem operasi yang mengutamakan keamanan dan kecepatan.
  • Keterbatasan dalam menonaktifkan fitur ini sering disebabkan oleh kebijakan produsen perangkat (OEM).
  • Proses standar untuk keluar dari mode ini seharusnya dilakukan melalui Microsoft Store.
  • Keputusan untuk beralih dari S Mode adalah permanen dan tidak dapat dikembalikan.
  • Artikel ini menyajikan beberapa solusi alternatif, dari yang sederhana hingga yang lebih teknis.
  • Persiapan seperti backup data dan koneksi internet stabil sangat disarankan sebelum mencoba.
  • Panduan ini dibuat agar Anda bisa mendiagnosis masalah dan memilih solusi terbaik.

Apa Itu Windows 11 S Mode dan Mengapa Bisa Menjadi Masalah?

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan varian ‘S’ pada sistem operasi populer ini, dan mengapa ia hadir dengan dua sisi yang bertolak belakang? Varian ini adalah sebuah lingkungan operasi yang terkunci, dirancang dengan prioritas utama pada keamanan dan stabilitas. Huruf “S” sendiri dapat diartikan sebagai Secure (Aman) atau Streamlined (Sederhana).

Fitur ini secara eksklusif tersedia di edisi rumahan dari sistem operasi tersebut, bukan pada versi Pro atau Enterprise. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman yang sangat terjaga, dengan membatasi instalasi program hanya dari toko aplikasi resmi milik Microsoft.

Keuntungan utama dari pendekatan ini cukup signifikan:

  • Peningkatan Keamanan: Risiko malware hampir nol karena blokir aplikasi pihak ketiga yang tidak terverifikasi.
  • Kinerja Optimal: Lingkungan yang ringan membuat performa lebih responsif dan masa pakai baterai lebih lama.
  • Pengguna yang Sederhana: Cocok untuk pelajar, pengguna dasar, atau siapa pun yang menginginkan komputer yang langsung pakai dengan minim gangguan.

Namun, di balik tembok keamanan yang kokoh, terdapat keterbatasan yang bisa menjadi masalah besar. Pengguna hanya dapat memasang aplikasi yang tersedia di Microsoft Store.

Katalog toko tersebut seringkali tidak selengkap kebutuhan spesifik. Software profesional untuk editing video, desain grafis, atau utilitas khusus mungkin tidak ada di sana.

Masalah lain adalah ketergantungan pada akun Windows Microsoft untuk penyiapan awal. Hal ini, ditambah dengan hambatan menggunakan program lawas (legacy software), dapat menyulitkan di lingkungan kerja atau pendidikan.

Varian terbatas ini umum ditemukan pada perangkat baru yang terjangkau atau yang ditujukan untuk pasar sekolah. Banyak pembeli tidak menyadari batasannya sampai mereka benar-benar membutuhkan suatu program yang tidak bisa diinstal.

Memahami perbedaan antara berbagai edisi sistem operasi ini sangat penting sebelum mengambil keputusan. Berikut perbandingan singkatnya:

Edisi Fitur Utama Fleksibilitas Instalasi
Home dalam S Mode Keamanan maksimal, kinerja ringan Hanya dari Microsoft Store
Home Biasa Fitur standar untuk pengguna rumahan Bebas dari Store maupun file eksternal
Pro Fitur bisnis seperti Group Policy, Remote Desktop Bebas penuh, dukungan software enterprise

Fitur keamanan lain seperti Device Encryption dan Windows Hello juga sering aktif berdampingan dengan lingkungan terbatas ini. Setelah keluar, pengaturan ini mungkin perlu dikonfigurasi ulang.

Poin kritis yang harus diingat: keputusan untuk meninggalkan lingkungan terkunci ini harus didasari kebutuhan riil akan fleksibilitas instalasi software. Prosesnya bersifat satu arah dan permanen, tidak dapat dibatalkan.

Sayangnya, pada sejumlah model perangkat tertentu, jalan keluar standar melalui toko aplikasi justru tidak tersedia atau terkunci. Inilah inti permasalahan yang akan kita bahas lebih lanjut.

Mengapa Windows 11 S Mode Tidak Bisa Dinonaktifkan di Beberapa Perangkat?

A close-up view of a Windows 11 laptop screen displaying the "S Mode locked" message in a clean, modern office environment. The foreground features the laptop with a sleek design, highlighting the screen with an error message about S Mode, surrounded by subtle hints of a productive workspace, such as a notepad and a coffee mug. In the middle, softly blurred, is a stylish workspace desk with tech gadgets and a plant, creating depth. The background includes softly lit shelves with books and tech accessories, suggesting a contemporary atmosphere. The warm, inviting lighting adds to the professional mood, emphasizing clarity and focus on the laptop screen. No people are present in the scene.

Kunci yang mengunci varian sistem operasi ini sering kali bukan berasal dari Microsoft, melainkan dari pabrikan laptop itu sendiri.

Banyak model baru datang dengan konfigurasi pra-instal yang telah ditentukan. Produsen perangkat keras (OEM) seperti Dell, HP, atau Lenovo memiliki kebijakan khusus untuk lini produk tertentu.

Mereka sengaja menghilangkan opsi keluar dari lingkungan terbatas ini. Tujuannya bisa beragam, mulai dari menjaga pengalaman pengguna yang sederhana hingga memenuhi persyaratan kontrak dengan institusi.

Dalam skenario institusional, seperti sekolah atau kantor, administrator jaringan mungkin menerapkan pengaturan grup. Kebijakan ini dapat menyembunyikan tombol “Switch out of S Mode” dari halaman Activation di Settings.

Pengguna akhir pun tidak akan menemukan jalan keluar standar. Hal ini dirancang untuk mempertahankan keamanan dan kontrol di lingkungan terkelola.

Lapisan penguncian lain bisa berasal dari firmware perangkat Anda. Fitur keamanan bernama Secure Boot pada UEFI (BIOS modern) sering dikaitkan dengan penegakan varian ini.

Ketika diaktifkan secara ketat di level firmware, proses standar melalui Microsoft Store mungkin gagal total. Sistem akan tetap berada dalam kondisi terkunci meskipun Anda mencoba.

Beberapa laptop yang sangat terjangkau atau yang dipasarkan dengan konsep cloud-first juga patut dicurigai. Pada perangkat tersebut, varian terbatas ini merupakan bagian integral dari desain.

Pengalaman pengguna dirancang agar tetap ringan dan mengandalkan aplikasi web. Pabrikan mungkin tidak mengizinkan perubahan untuk menjaga stabilitas yang dijanjikan.

Masalah teknis lain dapat berasal dari status aktivasi sistem. Jika salinan sistem operasi Anda tidak genuine atau proses aktivasinya gagal, halaman toko aplikasi untuk keluar mungkin tidak akan pernah dimuat.

Ini adalah hal dasar yang perlu diperiksa sebelum menyimpulkan perangkat Anda terkunci secara permanen.

Penghalang besar lainnya adalah ketiadaan akun Microsoft. Metode resmi mutlak memerlukan akun ini untuk login ke toko aplikasi dan memproses permintaan.

Tanpanya, Anda seperti memiliki kunci tapi tidak memiliki pintu. Beberapa pengguna yang ingin menjaga privasi mungkin menemui jalan batu di sini.

Kompleksitas bertambah jika pabrikan mengaktifkan Device Encryption sejak awal. Enkripsi penuh pada penyimpanan menambah lapisan keamanan yang bisa konflik dengan metode bypass tertentu.

Beberapa solusi lanjutan mungkin memerlukan penonaktifan sementara fitur ini untuk menghindari error yang tidak diinginkan.

Memahami penyebab spesifik pada laptop Anda adalah langkah pertama yang krusial. Apakah ini kebijakan OEM, pengaturan grup, kunci firmware, atau masalah aktivasi?

Diagnosis yang tepat akan menuntun Anda ke solusi yang efektif, baik melalui modifikasi BIOS, registry, atau pendekatan lain.

Intinya, jangan langsung menyerah. Meskipun tampaknya dikunci mati, hampir selalu ada jalan teknis untuk mengatasinya.

Solusi tersebut mungkin memerlukan keberanian untuk masuk ke dalam firmware atau registry sistem Anda.

Langkah Persiapan Penting Sebelum Mencoba Keluar dari S Mode

Sebelum Anda menekan tombol atau memasukkan perintah, luangkan waktu untuk persiapan. Ini akan menghemat banyak waktu dan sakit kepala nanti.

Transisi dari lingkungan terbatas ke sistem penuh adalah proses penting. Persiapan yang matang adalah kunci untuk menghindari kehilangan data atau kegagalan.

Langkah-langkah ini mungkin terlihat sederhana. Namun, mereka adalah fondasi yang menjamin semuanya berjalan lancar.

Backup Data Anda

Ini adalah langkah pertama dan paling kritis. Selalu ada risiko teoritis, walau kecil, saat melakukan modifikasi mendalam.

Metode lanjutan seperti masuk ke BIOS atau mengutak-atik registry bisa mempengaruhi stabilitas. Cadangkan semua file penting Anda terlebih dahulu.

Dokumen, foto, video, dan pengaturan aplikasi harus disimpan aman. Gunakan media eksternal atau penyimpanan awan untuk ini.

Berikut adalah beberapa opsi yang bisa Anda pilih:

  • Drive Eksternal (USB/HDD): Salin langsung folder penting menggunakan File Explorer. Cara ini cepat dan offline.
  • Cloud Storage: Layanan seperti OneDrive atau Google Drive. Mereka menyinkronkan data secara otomatis dan aman.
  • Tool Backup Bawaan: Cari “Backup Settings” di menu pencarian. Alat ini bisa membuat cadangan sistem secara berkala.

Jangan lupa untuk memverifikasi bahwa file Anda benar-benar tersimpan. Periksa kembali drive atau folder awan setelah proses selesai.

Pastikan Koneksi Internet Stabil

Metode standar untuk keluar sangat bergantung pada koneksi jaringan. Anda perlu mengakses Microsoft Store dan mendownload paket transisi.

Verifikasi lisensi asli sistem operasi juga memerlukan internet. Pastikan sinyal Anda kuat dan tidak terputus di tengah jalan.

Kegagalan koneksi dapat mengakibatkan proses batal atau error. Untuk stabilitas maksimal, pertimbangkan saran ini:

  • Gunakan kabel LAN langsung ke router jika memungkinkan. Koneksi kabel umumnya lebih stabil daripada Wi-Fi.
  • Jika menggunakan Wi-Fi, pastikan Anda dekat dengan router. Hindari melakukan proses ini di area dengan sinyal lemah.
  • Uji kecepatan internet Anda terlebih dahulu. Pastikan tidak ada download besar lain yang berjalan bersamaan.

Koneksi yang baik mempercepat proses dan meminimalkan risiko. Ini adalah investasi waktu yang sangat berharga.

Nonaktifkan Device Encryption (Jika Diperlukan)

Banyak laptop baru datang dengan enkripsi perangkat aktif secara default. Fitur ini melindungi data, tetapi bisa menghalangi proses tertentu.

Terutama jika Anda berencana menggunakan metode non-standar. Menonaktifkannya sementara dapat mencegah masalah booting yang rumit.

Untuk memeriksa statusnya, buka Settings > Privacy & Security > Device Encryption. Jika aktif, Anda akan melihat opsi untuk mematikannya.

Proses dekripsi bisa memakan waktu lama. Waktunya tergantung pada jumlah data yang Anda simpan di drive.

Tunggu hingga proses selesai sepenuhnya sebelum melanjutkan. Jangan mematikan daya atau me-restart komputer selama ini.

Sebelum menonaktifkan enkripsi, catat atau simpan semua recovery key yang relevan. Kunci BitLocker sangat penting untuk diingat.

Menyimpan kunci pemulihan di tempat yang aman adalah langkah bijak. Anda mungkin membutuhkannya jika terjadi kesalahan tak terduga.

Media Backup Kelebihan Pertimbangan
Drive USB/HDD Eksternal Cepat, kontrol penuh, tidak perlu internet. Kapasitas terbatas, risiko fisik (rusak/hilang).
OneDrive / Google Drive Akses dari mana saja, sinkronisasi otomatis. Membutuhkan kuota internet dan akun berlangganan untuk kapasitas besar.
Backup Bawaan Windows Terintegrasi penuh dengan sistem, bisa jadwalkan. Mungkin membutuhkan drive khusus untuk pemulihan sistem.

Persiapan ini mungkin terasa merepotkan. Namun, ini adalah jaminan untuk transisi yang aman dan mulus.

Dengan data yang aman, koneksi stabil, dan enkripsi yang dikelola, Anda siap untuk langkah berikutnya. Anda telah meminimalkan risiko masalah serius.

Cara Standar: Menonaktifkan S Mode Melalui Microsoft Store

A modern and sleek digital workspace showcasing a laptop screen displaying the Microsoft Store interface, with a clear focus on the "Switch out of S mode" option highlighted. In the foreground, include a business professional in smart casual attire, intently examining the screen, with thoughtful expression. The middle ground features the laptop on a wooden desk, surrounded by various office supplies like notebooks and pens. The background consists of a bright, contemporary office space with large windows allowing natural light to flood in, creating a fresh and inspiring atmosphere. The lighting is soft and inviting, emphasizing the ease of the task at hand, while the overall mood is focused and instructional. The image is crisp, with a slight depth of field to draw attention to the laptop screen.

Jika perangkat Anda mendukung, cara paling aman adalah melalui toko aplikasi resmi Microsoft. Ini adalah metode resmi yang dirancang oleh pembuat sistem operasi.

Prosesnya relatif sederhana dan langsung. Anda memerlukan koneksi internet stabil dan sebuah akun Microsoft yang sudah login.

Panduan berikut mengasumsikan opsi untuk keluar tersedia di komputer Anda. Mari kita mulai langkah demi langkah.

Langkah 1: Buka Menu Activation di Settings

Pertama, buka aplikasi Settings atau Pengaturan. Anda bisa menekan tombol Windows + I atau mencarinya di Start Menu.

Setelah terbuka, pilih kategori System (Sistem), lalu klik Activation (Aktivasi). Di halaman ini, Anda akan melihat status sistem operasi Anda.

Biasanya tertulis “Windows 11 Home in S Mode”. Gulir ke bawah untuk mencari bagian bertajuk “Switch to Windows 11 Pro”.

Di bawah judul itu, klik tautan berlabel “Go to the Store”. Pastikan Anda memilih opsi ini, bukan tautan lain untuk upgrade edisi.

Langkah 2: Akses Microsoft Store dan Klik “Get”

Mengklik tautan tadi akan membuka Microsoft Store secara otomatis. Anda akan diarahkan ke halaman khusus bernama “Switch out of S Mode”.

Di halaman tersebut, akan tampil banner atau penawaran dengan tombol besar berwarna biru. Tombol itu bertuliskan “Get” atau “Install”.

Proses transisi ini memerlukan akun Microsoft yang aktif. Jika Anda belum login, sistem akan meminta Anda untuk masuk atau membuat akun baru terlebih dahulu.

Setelah login, klik tombol Get tersebut. Ini memulai proses yang didukung server Microsoft untuk mengubah konfigurasi perangkat Anda.

Langkah 3: Konfirmasi dan Restart Perangkat

Setelah mengklik tombol, sebuah jendela konfirmasi akan muncul. Proses akan berjalan selama beberapa detik hingga menit.

Anda akan melihat notifikasi bahwa proses telah selesai. Notifikasi itu akan meminta Anda untuk me-restart komputer agar perubahan berlaku.

Setelah restart, sistem operasi akan berjalan dalam versi lengkap. Untuk memverifikasi, kembali ke Settings > System > Activation.

Tulisan “in S Mode” seharusnya sudah hilang dari status aktivasi. Sekarang Anda bebas menginstal aplikasi dari sumber mana pun.

Ingat, keputusan ini bersifat permanen dan tidak dapat dibatalkan. Setelah keluar, Anda tidak bisa kembali ke varian terbatas ini.

Jika metode ini gagal, misalnya tombol Get tidak muncul atau terjadi error, itu pertanda. Perangkat Anda mungkin termasuk dalam kategori yang terkunci oleh produsen.

Dalam kasus itu, jangan khawatir. Masih ada solusi alternatif yang bisa dicoba, seperti yang akan dijelaskan pada bagian berikutnya.

Solusi Tanpa Akun Microsoft: Menonaktifkan Secure Boot di BIOS/UEFI

Bagaimana jika jalan keluar tidak ditemukan di dalam sistem operasi, melainkan di lapisan yang lebih dalam? Metode ini ditujukan bagi Anda yang tidak memiliki akun Microsoft atau merasa metode standar telah gagal.

Solusinya bekerja dengan menonaktifkan fitur keamanan tingkat firmware yang sering mengunci lingkungan terbatas. Pendekatan ini melibatkan pengaturan BIOS atau UEFI.

Langkah-langkahnya memerlukan ketelitian. Namun, ini adalah solusi ampuh yang berhasil di banyak perangkat terkunci.

Ingat, Anda telah melakukan persiapan seperti backup data. Sekarang, mari kita jelajahi dunia firmware.

Cara Masuk ke Menu BIOS/UEFI di Windows 11

Akses ke pengaturan firmware tidak dilakukan dari dalam sistem yang berjalan. Anda perlu memulai ulang komputer dengan cara khusus.

Berikut adalah dua metode umum untuk masuk ke UEFI Firmware Settings:

  • Melalui Settings > Recovery: Buka Settings > System > Recovery. Di samping “Advanced startup”, klik Restart now.
  • Dengan Tombol Shift + Restart: Dari Start Menu, tahan tombol Shift pada keyboard Anda. Sambil menahannya, klik opsi Restart. Lepaskan tombol setelah menu biru muncul.

Setelah komputer restart, Anda akan melihat layar Choose an option. Pilih Troubleshoot > Advanced Options > UEFI Firmware Settings.

Klik Restart sekali lagi. Komputer akan boot langsung ke antarmuka pengaturan firmware.

Tampilan BIOS/UEFI berbeda-beda tergantung merek. Anda mungkin melihat antarmuka dari AMI, Phoenix, atau InsydeH2O.

Jangan khawatir. Konsep dan menu utamanya tetap serupa di semua varian.

Langkah-Langkah Menonaktifkan Secure Boot

Secure Boot adalah fitur keamanan di UEFI. Ia memastikan hanya software terpercaya yang dapat melakukan boot.

Fitur ini juga yang sering mengunci varian sistem operasi terbatas. Menonaktifkannya bisa membuka kunci tersebut.

Setelah masuk BIOS, gunakan tombol panah (atau mouse jika didukung) untuk navigasi. Cari menu bertajuk Boot, Security, atau Advanced.

Di dalam menu tersebut, cari opsi Secure Boot. Ia mungkin berada di sub-menu seperti Boot Options.

Pilih opsi tersebut dan ubah nilainya dari Enabled menjadi Disabled. Proses ini adalah inti dari disable secure boot.

Pada beberapa perangkat, opsi Secure Boot mungkin berwarna abu-abu dan tidak bisa diubah. Jika ini terjadi, coba langkah ini:

  • Nonaktifkan Fast Boot terlebih dahulu.
  • Setel BIOS ke pengaturan pabrik (Load Setup Defaults).
  • Atur kata sandi administrator BIOS untuk sementara, lalu coba ubah lagi.

Perhatikan konsekuensinya. Disabling secure boot akan mematikan sementara fitur seperti Windows Hello dan BitLocker.

Sistem juga akan memperingatkan tentang perubahan keamanan saat booting. Jangan panik. Anda dapat mengaktifkan kembali fitur ini nanti.

Menyimpan Perubahan dan Keluar dari BIOS

Setelah pengaturan diubah, Anda harus menyimpannya. Caranya mudah.

Cari menu Exit atau perhatikan petunjuk di layar. Tombol F10 adalah pintasan umum untuk Save Changes and Exit.

Tekan tombol tersebut. Sebuah dialog konfirmasi akan muncul, biasanya bertanya “Save configuration changes and exit?”

Pilih Yes atau tekan Enter. Komputer akan restart dengan pengaturan baru.

Setelah restart, sistem operasi akan boot tanpa dukungan secure boot. Dalam banyak kasus, lingkungan terbatas akan otomatis dinonaktifkan.

Verifikasi keberhasilan Anda. Coba instal aplikasi dari sumber di luar Microsoft Store, seperti file EXE biasa.

Anda juga bisa mengecek di Settings > System > Activation. Tulisan “in S Mode” seharusnya sudah hilang.

Solusi ini melibatkan perubahan pengaturan tingkat rendah. Lakukan dengan hati-hati dan ikuti panduan persis.

Dengan secure boot yang dinonaktifkan, Anda telah membuka pintu menuju fleksibilitas penuh.

Solusi Teknis Lanjutan: Modifikasi Registry Windows

Jika metode standar dan BIOS tidak membuahkan hasil, inilah saatnya masuk ke lapisan yang lebih dalam. Pendekatan ini melibatkan pengeditan langsung pada registry, basis data pusat konfigurasi sistem.

Solusi ini ditujukan untuk pengguna yang sudah nyaman dengan command line dan struktur penyimpanan pengaturan. Ia sangat efektif ketika opsi lain tidak tersedia atau tidak diinginkan.

Kita akan memodifikasi file registry secara offline, sebelum sistem operasi utama berjalan. Ini mencegah konflik dan memungkinkan perubahan mendasar.

Ikuti setiap step dengan sangat hati-hati. Satu kesalahan kecil dapat mempengaruhi stabilitas.

Akses Command Prompt via Advanced Startup

Langkah pertama adalah masuk ke lingkungan pemulihan khusus. Di sini, Anda akan mendapatkan akses Command Prompt dengan hak administrator penuh.

Cara masuknya mirip dengan saat Anda mengakses pengaturan firmware. Tahan tombol Shift pada keyboard, lalu klik opsi Restart dari Start Menu.

Tunggu hingga layar biru Choose an option muncul. Dari sini, pilih Troubleshoot > Advanced Options > Command Prompt.

Komputer akan boot ulang ke dalam antarmuka baris perintah yang sederhana. Inilah pintu gerbang kita untuk mengedit registry yang terkunci.

Memuat Hive Registry dan Mencari Key yang Tepat

Di jendela Command Prompt, ketik perintah regedit dan tekan Enter. Aplikasi Registry Editor akan terbuka.

Di panel kiri, klik pada key HKEY_LOCAL_MACHINE untuk menandainya. Kemudian, buka menu File di bagian atas dan pilih Load Hive….

Jendela File Explorer akan muncul. Arahkan ke drive C:\, lalu masuk ke folder Windows\system32\config\.

Pilih file bernama SYSTEM (tanpa ekstensi) dan klik Open. Saat diminta nama key, ketik OFFLINE dan klik OK.

Sekarang, navigasi secara manual melalui struktur folder yang panjang. Jalur yang harus dituju adalah:

HKEY_LOCAL_MACHINE\OFFLINE\ControlSet001\Control\CI\Policy

Gunakan mouse atau tombol panah untuk memperluas setiap folder satu per satu. Pastikan Anda sampai di key Policy yang tepat.

Mengubah Nilai “SkuPolicyRequired” dan Unload Hive

Di dalam key Policy, lihat panel sebelah kanan. Cari nilai bertipe DWORD (32-bit) dengan nama SkuPolicyRequired.

Klik dua kali pada nilai tersebut. Sebuah jendela kecil akan terbuka. Ubah Value data dari angka 1 menjadi 0.

Klik OK untuk menyimpan perubahan. Nilai nol memberitahu system bahwa kebijakan lingkungan terbatas tidak lagi diperlukan.

Langkah terakhir adalah yang paling krusial. Kembali ke panel kiri dan pilih key OFFLINE yang kita buat tadi.

Buka lagi menu File dan pilih Unload Hive. Konfirmasi jika ada dialog peringatan.

Tindakan ini menyimpan semua perubahan Anda ke file SYSTEM di disk. Tutup Registry Editor dan Command Prompt.

Restart komputer Anda secara normal. Setelah boot, batasan sebelumnya seharusnya sudah hilang. Anda kini bebas menginstal aplikasi dari sumber mana pun.

Metode ini adalah way teknis yang kuat. Ia bekerja dengan mengubah kebijakan inti, tanpa bergantung pada toko aplikasi atau akun eksternal.

Kesimpulan: Memilih Jalan yang Tepat dan Hal yang Harus Diingat

Dengan berbagai solusi yang telah dijelaskan, kini Anda memiliki peta jalan untuk mengambil kendali penuh atas komputer. Panduan ini mencakup opsi dari yang sederhana hingga teknis.

Mulailah dengan cara standar via Microsoft Store jika memiliki akun. Jika tidak berhasil, coba nonaktifkan Secure Boot di BIOS. Metode modifikasi registry adalah pilihan terakhir untuk pengguna mahir.

Ingat, keputusan untuk keluar bersifat permanen dan tidak bisa dibatalkan. Proses ini tidak menghapus data pribadi Anda atau memperlambat perangkat. Justru, Anda mendapatkan kebebasan untuk memasang software dan apps apa pun.

Setelah keluar, tanggung jawab keamanan lebih besar ada di tangan Anda. Pasang aplikasi hanya dari sumber terpercaya. Jika kebutuhan Anda dasar, varian terbatas ini sebenarnya menawarkan pengalaman yang sangat aman.

Bagikan metode mana yang berhasil untuk Anda di komentar. Kendali atas sistem operasi Anda sepenuhnya ada di tangan Anda sekarang.

Related Articles

Back to top button