Motor Listrik Mengurangi Pengeluaran BBM Negara, Apa Saja Manfaatnya?

Jakarta – Peralihan dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke motor listrik tidak hanya berpotensi untuk menekan biaya operasional bagi pengguna, tetapi juga dapat memberikan dampak signifikan pada konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara keseluruhan. Jika langkah ini diterapkan secara luas, elektrifikasi kendaraan roda dua dapat mengurangi ketergantungan pada BBM dan mengurangi beban anggaran pemerintah untuk subsidi energi.
Isu ini kembali mencuat seiring dengan adanya kebijakan pemerintah yang berupaya menata distribusi Pertalite agar lebih tepat sasaran. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) melihat situasi ini sebagai kesempatan emas untuk mempercepat adopsi motor listrik sebagai alternatif transportasi bagi masyarakat.
Ketua Umum AISMOLI, Budi Setiyadi, menyatakan bahwa transisi menuju kendaraan listrik ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemilik motor, tetapi juga berkontribusi positif terhadap konsumsi energi di tingkat nasional.
“Jika peralihan ini dilakukan pada skala jutaan kendaraan, manfaatnya tidak hanya akan dirasakan oleh pemilik motor melalui pengurangan biaya operasional. Negara juga memiliki kesempatan untuk mengurangi konsumsi BBM, serta mengurangi ruang fiskal yang selama ini diperlukan untuk menstabilkan harga energi,” ungkapnya, merujuk kepada data yang ada.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pernah melakukan perhitungan terkait potensi penghematan yang bisa dihasilkan. Pada tahun 2022, diperkirakan bahwa penggunaan sekitar 900 ribu sepeda motor listrik dapat mengurangi konsumsi BBM hingga sekitar 320 juta liter per tahun, yang pada gilirannya bisa menghemat kompensasi Pertalite hingga Rp480 miliar setiap tahunnya.
Berdasarkan perhitungan tersebut, setiap penambahan satu juta sepeda motor yang beralih dari mesin bensin ke motor listrik dapat diperkirakan mengurangi konsumsi BBM sekitar 356 juta liter per tahun. Jika peralihan tersebut mencapai angka 5 juta motor, pengurangan konsumsi BBM bisa mencapai sekitar 1,78 miliar liter per tahun secara teoritis.
Lebih jauh lagi, jika angka tersebut meloncat hingga 10 juta unit, potensi pengurangan konsumsi BBM dapat mencapai sekitar 3,56 miliar liter per tahun. AISMOLI menekankan bahwa angka-angka ini merupakan ilustrasi berdasarkan perhitungan Kementerian ESDM, dan hasil akhirnya akan sangat bergantung pada pola penggunaan, jarak tempuh, serta jenis BBM yang sebelumnya digunakan.
Dari perspektif masyarakat, manfaat yang paling langsung dirasakan adalah penurunan biaya energi untuk kendaraan. Kementerian ESDM memperkirakan bahwa penggunaan sepeda motor listrik dapat menghemat biaya BBM sekitar Rp2,68 juta per tahun bagi setiap pengguna.
Jika penghematan ini dapat dipertahankan secara konsisten, sebagian dari dana yang sebelumnya dialokasikan untuk pembelian bensin dapat dialihkan untuk kebutuhan lain. Dengan demikian, anggaran rumah tangga bisa lebih difokuskan untuk konsumsi sehari-hari, pendidikan, kesehatan, kewajiban pembayaran, dan juga tabungan.



