Isu mengenai dugaan shadowban yang menimpa sejumlah artis dan influencer yang aktif mengangkat suara tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kini menjadi sorotan publik.
Di tengah perdebatan hangat ini, YouTuber Ria Ricis memilih untuk tidak terlalu terlibat dalam isu pembatasan akun di media sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga suara publik sebagai upaya untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana.
Ricis mengungkapkan bahwa ia tidak terlalu mengikuti perkembangan mengenai dugaan pembatasan jangkauan konten di platform digital. Saat ini, fokusnya lebih kepada kebutuhan keluarga dan pekerjaan yang telah ia jalani beberapa waktu terakhir.
“Saya sebenarnya tidak terlalu mengikuti isu pembatasan itu, karena akun media sosial saya digunakan tidak hanya untuk berbagi momen bersama anak, tetapi juga untuk pekerjaan yang sudah direncanakan sebelumnya,” ungkap Ria Ricis saat ditemui di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/10/2026).
Adik dari Oki Setiana Dewi ini kembali menegaskan bahwa ia tidak mengikuti perkembangan terkait isu shadowban yang sedang hangat dibahas di kalangan para kreator konten.
“Jadi, untuk masalah shadowban, saya tidak begitu mengikuti perkembangannya,” tambahnya.
Meskipun tidak terlalu memperhatikan polemik tersebut, Ricis tetap menyampaikan pesan kepada seluruh kreator dan masyarakat agar terus bersuara mengenai kondisi yang dihadapi oleh masyarakat yang terdampak karhutla.
“Untuk teman-teman, siapa pun kalian, jangan berhenti untuk bersuara,” tegas Ricis.
Ia menilai bahwa perhatian masyarakat sangat penting bagi mereka yang menghadapi dampak bencana. Dukungan dari publik diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap situasi yang dihadapi oleh para korban yang memerlukan bantuan.
“Kita semua harus menyadari bahwa teman-teman kita yang terkena dampak sangat membutuhkan bantuan,” lanjutnya.
Ricis juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai bencana kabut asap yang diakibatkan oleh karhutla, yang tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kekhawatiran ini, menurutnya, dirasakan tidak hanya olehnya, tetapi juga oleh masyarakat di berbagai daerah.
“Jika ditanya apakah saya khawatir, jelas saya sangat khawatir,” ujarnya.
Ia menyatakan, situasi yang sedang berlangsung saat ini tentunya menjadi perhatian banyak orang, terutama bagi mereka yang mengikuti perkembangan bencana dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

