Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana di Sumatra, mengungkapkan perkembangan penanganan pascabencana di tiga provinsi yang terdampak, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Tito menjelaskan bahwa masa tanggap darurat dan fase transisi telah berakhir, dan saat ini fokus beralih ke rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Untuk merumuskan langkah-langkah rehabilitasi dan rekonstruksi, kami telah menyusun rencana induk. Rencana ini disusun oleh Bappenas dengan merangkum berbagai usulan kegiatan program dari kementerian dan lembaga yang terlibat di lapangan, serta masukan dari pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota,” jelas Tito kepada awak media pada Rabu, 23 September 2026.
“Rencana induk tersebut kini telah selesai disusun dan telah dibahas bersama dengan DPR,” tambahnya.
Tito juga mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk periode tiga tahun ke depan. Selain itu, Presiden juga telah memberikan bantuan langsung kepada daerah sebanyak tiga kali.
“Presiden telah memberikan bantuan melalui Belanja Tidak Terduga kepada seluruh provinsi, kabupaten, dan kota yang terdampak. Setiap kabupaten/kota menerima sekitar Rp4 miliar, sedangkan provinsi masing-masing mendapatkan sekitar Rp20 miliar, dengan total bantuan yang mencapai sekitar Rp268 miliar di awal bencana,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tito menambahkan bahwa Presiden juga memberikan tambahan transfer keuangan daerah sebesar Rp10,6 triliun untuk seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Penyaluran ini terjadi pada bulan Februari 2026 dan dilanjutkan dengan dukungan tambahan yang disalurkan pada tanggal 5 Agustus, yang totalnya hampir mencapai Rp196 miliar.
Di sektor pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Abdul Mu’ti melaporkan kepada Tito bahwa terdapat total 4.922 sekolah yang terdampak bencana dengan total anggaran yang diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Tito menyampaikan bahwa:
“Anggaran ini mencakup dana reguler serta tambahan dari Kementerian Keuangan, yang totalnya sekitar Rp5 triliun. Dana ini akan digunakan untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap 4.922 sekolah di ketiga provinsi tersebut. Ini merupakan langkah yang cukup signifikan,” ungkapnya.
Tito juga menambahkan bahwa perkembangan rehabilitasi sekolah bervariasi, ada yang telah mencapai penyelesaian 100%, ada yang dalam kisaran 70-99%, dan terdapat 616 sekolah yang masih berada di bawah 50% penyelesaian.

