Bahasa Mandarin telah menjadi salah satu keterampilan penting yang membuka banyak pintu dalam dunia karier profesional. Di era globalisasi ini, kemampuan berbahasa Mandarin menjadi kunci bagi generasi muda Indonesia untuk bersaing di pasar kerja internasional yang semakin ketat dan penuh tantangan.
Guo Xinlin, Direktur ChineseRd, mengungkapkan bahwa penguasaan bahasa Mandarin kini lebih dari sekadar kemampuan komunikasi. Bahasa ini telah bertransformasi menjadi saluran penting menuju berbagai peluang karier di tingkat global.
“Platform karier digital yang kami luncurkan berfungsi sebagai ekosistem strategis yang menghubungkan talenta dengan perusahaan-perusahaan internasional. Tahun ini, kami juga menghadirkan sistem rekrutmen berbasis AI, yang akan mempermudah proses penyaringan dan pencocokan kandidat dengan lebih akurat,” ujarnya dalam sebuah acara pada Minggu, 19 April 2026.
Ia menambahkan bahwa, berbeda dengan portal kerja tradisional, platform karier digital yang dikembangkan oleh ChineseRd bertujuan untuk menjembatani alumni dan talenta yang terkurasi dengan perusahaan-perusahaan besar asal China.
Selain menyediakan dukungan dalam proses belajar, seperti fitur koreksi otomatis dan latihan pelafalan, inovasi terbaru yang diluncurkan tahun ini adalah sistem rekrutmen berbasis kecerdasan buatan di situs karier mereka.
Teknologi ini melakukan penyaringan awal dan pencocokan peran secara tepat, sehingga perusahaan dapat menangani ribuan pelamar dengan lebih efisien dan terarah.
“Dengan adanya integrasi ini, para pencari kerja dapat menemukan peluang yang lebih relevan, sementara perusahaan mendapatkan kandidat yang telah teruji kompetensinya melalui standar pendidikan yang ditetapkan oleh ChineseRd,” terang Guo.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka acara Final Mandarin Champion 2026 yang diadakan di Universitas Bunda Mulia, Jakarta Utara.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Bunda Mulia, Symphony Akelba Christian, menyatakan bahwa peserta Mandarin Champion tidak hanya unggul dalam keterampilan bahasa, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan mengekspresikan ide-ide mereka dalam Bahasa Mandarin.
“Kolaborasi dengan sektor industri merupakan langkah krusial dalam menghubungkan pembelajaran bahasa dengan kebutuhan di dunia kerja. Ini akan memperkuat integrasi antara pendidikan, sumber daya manusia, dan industri sebagai arah masa depan,” ucapnya.
Ajang ini tidak hanya menampilkan kompetisi bahasa, tetapi juga meluncurkan platform karier digital berbasis AI serta Job Fair yang dihadiri oleh sejumlah perusahaan besar dari China yang beroperasi di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Bank of China (Hong Kong) Limited Cabang Jakarta, PT Zisheng Pacific Trading (Mixue), PT Trina Mas Agra Indonesia, PT Global Yimi Cargo (J&T Cargo), dan PT Haidilao Indonesia Restaurants.

