Penembakan massal yang tragis terjadi di Amerika Serikat ketika seorang pria bersenjata melakukan aksi tembak-menembak di luar sebuah bar terkenal bernama “Buford” di West Sixth Street, Austin, Texas, pada Minggu, 1 Maret 2026. Dalam insiden ini, dua orang kehilangan nyawa dan 14 lainnya mengalami luka-luka sebelum pelaku ditembak mati oleh pihak kepolisian yang datang ke lokasi.
Sebagai respons terhadap kejadian mematikan ini, satuan tugas gabungan terorisme dari FBI telah dikerahkan untuk membantu dalam penyelidikan penembakan massal yang mengguncang pusat kota Austin, Texas.
Alex Doran, seorang pejabat FBI, menjelaskan dalam konferensi pers bahwa penentuan motif di balik tindakan penembakan ini masih dalam tahap awal. Dia menambahkan, bukti yang ditemukan baik di tubuh tersangka maupun di dalam kendaraannya menunjukkan adanya “kemungkinan keterkaitan dengan terorisme”.
Media melaporkan bahwa pihak berwenang telah mengidentifikasi pelaku sebagai Ndiaga Diagne, seorang pria berusia 53 tahun yang pindah ke Amerika Serikat dari Senegal pada tahun 2006. Ia menjadi warga negara Amerika yang dinaturalisasi pada tahun 2013 setelah tinggal beberapa tahun di New York sebelum akhirnya menetap di Texas.
Sumber dari aparat penegak hukum mengungkapkan kepada media bahwa selain menyelidiki kemungkinan motif teroris, para penyelidik juga tengah menelusuri riwayat kesehatan mental dari tersangka yang pernah terdata.
Sebuah saluran berita melaporkan bahwa mereka telah mendapatkan gambar tersangka yang terlihat membawa senapan dan mengenakan kaus berwarna terang bertuliskan “Milik Allah”. Selain itu, pelaku juga dilaporkan mengenakan kaus dengan desain bendera Iran, sebagaimana diungkap oleh seorang pejabat penegak hukum.
Kepala kepolisian setempat, Lisa Davis, menggambarkan insiden ini sebagai “peristiwa yang sangat menyedihkan”, dan panggilan pertama mengenai kejadian tersebut diterima oleh layanan darurat dari bar Buford pada pukul 1.59 pagi.
Davis menjelaskan bahwa penyerang mengemudikan kendaraan SUV yang besar, melintasi blok beberapa kali, kemudian mulai menembaki orang-orang dari dalam mobil, menurut laporan dari Austin American-Statesman.
Setelah keluar dari SUV, penembak terus melakukan tembakan menggunakan senapan, sebagaimana ditambahkan oleh Davis.
Polisi merespons dengan cepat, hanya dalam waktu 57 detik setelah menerima panggilan darurat pertama. Ketika petugas tiba di lokasi, mereka langsung dihadapkan oleh seorang pria bersenjata yang mengarahkan senjatanya kepada mereka, menurut penjelasan Davis dalam konferensi pers yang diadakan di pagi hari setelah kejadian. Dalam baku tembak tersebut, petugas berhasil menewaskan tersangka.

