Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Meningkat Signifikan, Kendaraan Listrik Sebagai Solusi Utama

PT Bank Maybank Indonesia Tbk melaporkan adanya lonjakan signifikan dalam mobilisasi pembiayaan berkelanjutan yang meningkat sebesar 92,9 persen pada tahun 2025 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana nilai pencapaian mencapai Rp8,24 triliun. Peningkatan ini mencerminkan komitmen Maybank dalam memanfaatkan peluang untuk transisi menuju ekonomi dengan emisi karbon rendah.
Penyaluran pembiayaan berkelanjutan tersebut didasarkan pada Klasifikasi Kerangka Kerja Produk Berkelanjutan (Sustainable Product Framework/SPF) dan Kerangka Kerja Keuangan Transisi (Transition Finance Framework/TFF) yang telah ditetapkan oleh Maybank Group. Ini menunjukkan pendekatan yang terstruktur dalam mendukung proyek yang berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
Sejak tahun 2021 hingga 2025, Maybank Indonesia berhasil menggerakkan total Rp17,31 triliun dalam pembiayaan berkelanjutan. Direktur Utama Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengungkapkan bahwa peningkatan ini didorong terutama oleh ekspansi dalam pembiayaan sektor hijau, dengan transportasi ramah lingkungan menjadi penyumbang terbesar dalam pencapaian ini.
“Pembiayaan untuk sektor ini mencapai Rp4,6 triliun. Angka ini mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp2,1 triliun, sejalan dengan meningkatnya dukungan terhadap kendaraan listrik,” jelasnya pada 6 April 2026.
Dalam segmen ritel, penyaluran pembiayaan ini juga didukung oleh kolaborasi dengan anak perusahaan Maybank Indonesia, yaitu Maybank Finance (MIF) dan WOM Finance, yang menyediakan opsi pembiayaan untuk kendaraan listrik dan hybrid, baik untuk roda dua maupun roda empat.
Tidak hanya itu, Maybank Indonesia juga telah memobilisasi pembiayaan di sektor Energi Terbarukan sebesar Rp315 miliar, serta pada Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan Berkelanjutan yang mencapai Rp500 miliar, sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Maybank Indonesia juga aktif melakukan investasi dalam instrumen berkelanjutan seperti Green Bonds atau Sukuk dengan total nilai Rp1,5 triliun. Selain itu, mereka memperluas penggunaan instrumen pembiayaan berbasis keberlanjutan melalui Sustainability-Linked Financing yang telah mencapai Rp1,1 triliun.
Untuk kategori sosial, penyaluran pembiayaan difokuskan pada sektor yang berkaitan dengan pengembangan sosial ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja, dengan total pembiayaan yang mencapai Rp172 miliar.
Berdasarkan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB), total pembiayaan yang disalurkan oleh Maybank Indonesia hingga tahun 2025 mencapai Rp21,23 triliun, yang setara dengan 19,55 persen dari total kredit yang diberikan oleh perusahaan.
“Kami semakin menegaskan posisi kami sebagai salah satu pelaku industri perbankan yang aktif dalam mendorong transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tambah Stefano.




