Site icon Arkha

Pangkas Biaya Logistik dan Waktu Tinggal, Bea Cukai Dorong Penggunaan PLB secara Optimal

Jakarta – Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta mengajak semua pihak untuk mengoptimalkan penggunaan Pusat Logistik Berikat (PLB). Langkah ini bertujuan untuk memperlancar distribusi barang dari pelabuhan sekaligus mengurangi waktu tinggal (dwelling time) dan biaya logistik yang harus ditanggung oleh perusahaan.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi, mengungkapkan hal ini saat meninjau PT Sarana Gemilang di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan pemanfaatan fasilitas PLB serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam operasionalnya.

“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa fasilitas yang disediakan oleh Bea Cukai benar-benar memberikan manfaat. Ini diharapkan dapat mendukung perkembangan ekonomi dan meningkatkan aktivitas usaha,” jelas Hendri dalam pernyataannya pada Kamis, 3 September 2026.

Dwelling time sendiri merupakan waktu yang diperlukan bagi kontainer sejak dibongkar dari kapal hingga meninggalkan pelabuhan. Pengelolaan waktu ini sangat penting untuk efisiensi logistik.

Hendri menegaskan bahwa peran Bea Cukai tidak hanya terbatas sebagai fasilitator perdagangan yang memberikan kemudahan dalam proses ekspor-impor. Namun, mereka juga berupaya memastikan bahwa fasilitas yang ada dapat membantu perusahaan dalam pengembangan usahanya.

“Bea Cukai memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar sebagai fasilitator perdagangan. Kami juga memberikan dukungan fasilitas yang memungkinkan perusahaan untuk tumbuh dan berkontribusi pada perekonomian,” tambahnya.

Menurut Hendri, kunjungan ini bertujuan untuk mendengarkan berbagai masalah yang dihadapi pelaku usaha dan mencari solusi yang tepat. Ia mengungkapkan bahwa PT Sarana Gemilang, yang telah memanfaatkan fasilitas PLB sejak 2017 hingga 2026, tidak mengalami kendala serius dalam penggunaan fasilitas kepabeanan.

“Alhamdulillah, selama periode tersebut, perusahaan ini belum menghadapi masalah yang signifikan,” ungkapnya.

Hendri juga menekankan bahwa dukungan dan ruang untuk asistensi tetap terbuka bagi semua perusahaan yang memanfaatkan fasilitas PLB di Jakarta.

“Kami akan terus memberikan dukungan maksimal untuk pertumbuhan ekonomi dan keberhasilan sektor industri,” imbuhnya.

Hendri menilai bahwa keberadaan PLB merupakan instrumen penting dalam mengurangi dwelling time. Dengan adanya fasilitas ini, barang-barang yang masuk tidak akan terlalu lama tertahan di pelabuhan, karena tersedia area penampungan sebelum barang melanjutkan ke proses berikutnya.

“PLB berfungsi sebagai salah satu cara untuk mereduksi dwelling time dan biaya logistik. Dengan demikian, tidak akan ada barang yang tertumpuk terlalu lama, dan kami dapat mengurai masalah yang ada di pelabuhan serta mengarahkan barang menuju bonded area,” jelasnya.

Exit mobile version