Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengungkapkan pada hari Jumat, 13 Maret 2026, bahwa Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru, mengalami cedera dan berpotensi mengalami cacat pada wajahnya akibat serangan gabungan dari AS dan Israel yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. AS mulai mempertanyakan kapasitas Khamenei untuk memimpin negara setelah berlangsungnya hampir dua minggu serangan yang menargetkan Iran.
Sejak terpilih sebagai pemimpin pada hari Minggu oleh majelis ulama, Khamenei belum muncul di hadapan publik Iran. Pernyataan pertamanya disampaikan melalui seorang presenter televisi pada hari Kamis, di mana ia berkomitmen untuk menjaga Selat Hormuz tetap tertutup dan meminta negara-negara tetangga untuk menutup pangkalan-pangkalan militer AS di wilayah mereka, atau berisiko menjadi target serangan Iran.
Seorang pejabat Iran menyatakan pada hari Rabu bahwa pemimpin baru tersebut mengalami luka ringan namun tetap melanjutkan tugasnya, meskipun televisi pemerintah menyoroti statusnya sebagai korban dalam konflik bersenjata.
“Kita telah mengetahui bahwa pemimpin yang dianggap tidak begitu tinggi ini terluka dan mungkin mengalami cacat di wajahnya. Dia mengeluarkan pernyataan kemarin, yang bisa dikatakan cukup lemah, namun tidak ada suara atau video yang menyertainya. Itu hanya pernyataan tertulis,” jelas Hegseth dalam sebuah konferensi pers.
“Di Iran terdapat banyak kamera dan perangkat perekam suara. Mengapa hanya ada pernyataan tertulis? Anda pasti tahu alasannya. Ayahnya telah meninggal. Dia merasa ketakutan, terluka, dan dalam pelarian, serta tidak memiliki legitimasi,” tambah Hegseth.
Jurnalis Prancis-Iran, Siavosh Ghazi, yang meliput konflik dari Teheran, melaporkan bahwa Mojtaba Khamenei terluka dua kali; pertama pada serangan yang terjadi pada 28 Februari yang mengakibatkan kematian ayahnya, Ali Khamenei, dan yang kedua saat rumah sakit tempat Khamenei dirawat menjadi sasaran serangan. Ghazi mengutip seorang anggota parlemen Iran yang enggan menyebutkan namanya sebagai sumber informasi ini.
Ghazi juga melaporkan bahwa stasiun televisi Iran tidak lagi menyiarkan program setelah serangan yang terjadi pada malam sebelumnya, yang tampaknya mengincar menara transmisi di bagian utara ibu kota.
Dalam pernyataan pertamanya setelah resmi menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan, Mojtaba Khamenei menegaskan komitmennya untuk menjaga Selat Hormuz tetap tertutup, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah dengan Amerika Serikat dan Israel.

