Site icon Arkha

Menteri Lain di Bawah Kepemimpinan Trump Mengundurkan Diri dari Posisi Resmi

Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat, Lori Chavez-DeRemer, telah mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari jabatannya dalam pemerintahan Presiden Donald Trump. Dengan demikian, Chavez-DeRemer menjadi perempuan ketiga yang meninggalkan kabinet Trump.

Pengunduran diri Chavez-DeRemer telah dikonfirmasi oleh Gedung Putih. Juru bicara Gedung Putih, Steven Cheung, menyampaikan bahwa Chavez-DeRemer telah menunjukkan kinerja yang luar biasa dalam melindungi hak-hak pekerja di AS, dan kini ia akan beralih ke sektor swasta.

Cheung juga mengumumkan melalui akun media sosialnya bahwa Keith Sonderling akan mengisi posisi sebagai Pelaksana Tugas Menteri Tenaga Kerja. Saat ini, Sonderling menjabat sebagai wakil menteri Tenaga Kerja AS dan diharapkan dapat melanjutkan kebijakan yang ada.

Meskipun Chavez-DeRemer tidak memberikan alasan resmi untuk pengunduran dirinya, laporan dari New York Post menyebutkan bahwa ia sedang diselidiki terkait dugaan perilaku tidak pantas dengan staf serta kebiasaan konsumsi alkohol di tempat kerja. Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Sejak awal masa jabatannya, Chavez-DeRemer diketahui memiliki pandangan yang berbeda dengan beberapa anggota inti dari tim Trump. Ia pernah menunjukkan dukungannya terhadap RUU pro-serikat pekerja yang dikenal sebagai Protecting the Right to Organize Act (PRO Act), yang membuatnya mendapatkan dukungan dari sejumlah politisi Partai Demokrat.

Penunjukan Chavez-DeRemer juga didukung oleh Sean O’Brien, Presiden International Brotherhood of Teamsters, yang sebelumnya menyatakan dukungannya terhadap kampanye pencalonan ulang Trump dalam Konvensi Nasional Partai Republik pada Juli 2024.

Namun, dalam praktiknya, banyak media AS melaporkan bahwa kebijakan yang diterapkan oleh Chavez-DeRemer sebagai menteri lebih berorientasi pada pendekatan anti-regulasi yang diusung oleh pemerintahan Trump. Salah satu contohnya adalah penundaan respon terhadap pembatasan paparan silika bagi pekerja tambang batu bara di Appalachia, yang menderita penyakit paru-paru akibat pekerjaan mereka.

Chavez-DeRemer bukanlah satu-satunya pejabat tinggi yang meninggalkan Departemen Tenaga Kerja selama masa jabatan kedua Trump. Pada Agustus 2025, Trump memecat Erika McEntarfer, Direktur Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS), yang sebelumnya diangkat oleh Presiden Joe Biden. Pemecatan ini terjadi setelah laporan ketenagakerjaan menunjukkan perlambatan dalam perekrutan pada bulan Juli, serta revisi data yang menunjukkan kondisi yang lebih buruk pada bulan Mei dan Juni.

Exit mobile version