Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dipastikan Masih Hidup oleh Ajudan Terdekatnya

Mantan presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dipastikan masih hidup meskipun sebelumnya beredar kabar yang menyatakan bahwa ia telah meninggal akibat serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Minggu, 1 Maret 2026. Konfirmasi mengenai kondisi Ahmadinejad disampaikan secara langsung oleh salah satu ajudan dekatnya kepada media asal Turki, Anadolu.
“Saya masih berkomunikasi dengan beliau. Kondisinya baik-baik saja,” ungkap penasihat tersebut yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, sebagaimana dilaporkan pada Senin, 2 Maret 2026.
Penasihat itu juga mengungkapkan bahwa serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel pada hari Minggu tersebut mengenai bangunan yang digunakan oleh tim pengamanan Ahmadinejad. Namun, dia menegaskan bahwa mantan presiden Iran itu tetap dalam keadaan hidup.
“Bangunan yang terkait dengan tim pengamanan beliau terkena serangan kemarin. Tiga anggota pengawalnya yang merupakan bagian dari IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) dilaporkan tewas. Sementara itu, rumah pribadi Ahmadinejad yang terletak sekitar 100 meter dari lokasi serangan tidak mengalami kerusakan dan tidak menjadi target,” jelasnya.
Selain pernyataan dari ajudan pribadi, Partai Dolate Bahar, yang merupakan partai tempat Ahmadinejad bernaung, juga membantah kabar mengenai kematiannya. Dalam pernyataan resmi yang dirilis, sebagaimana dilaporkan oleh media Jerman, DPA, mereka menegaskan bahwa rumor tentang kematian Ahmadinejad adalah tidak benar.
“Dolate Bahar menegaskan bahwa laporan yang menyatakan Dr. Ahmadinejad telah gugur dalam serangan Amerika-Israel adalah informasi yang salah,” bunyi pernyataan tersebut.
Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Mahmoud Ahmadinejad telah dinyatakan tewas akibat serangan gabungan yang dilakukan oleh AS dan Israel pada Minggu, 1 Maret.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa pria berusia 69 tahun itu meninggal di kawasan Narmak, Teheran timur, setelah daerah tersebut beberapa kali diserang pada hari pertama operasi. Selain itu, serangan itu juga dikabarkan telah menewaskan Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, menurut informasi yang dilaporkan oleh The Telegraph pada Senin, 2 Maret 2026.
Ahmadinejad dikenal sebagai pemimpin yang sangat populis dan menjabat dalam dua periode penuh yang penuh tantangan dari tahun 2005 hingga 2013. Selama masa pemerintahannya, Iran mengalami banyak tekanan akibat sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara Barat.
Dia juga dikenal karena penindasan yang keras terhadap demonstrasi Gerakan Hijau pada tahun 2009 dan membawa Iran ke dalam ketegangan berkepanjangan dengan negara-negara Barat terkait program nuklirnya. Ahmadinejad pernah menyebut sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat sebagai “kertas tak berharga,” meskipun pada kenyataannya, dampak dari sanksi tersebut sangat dirasakan oleh rakyat Iran.




