Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan senantiasa menjadi waktu yang paling ditunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Pada masa ini, diyakini terdapat satu malam yang sangat istimewa, yakni Lailatul Qadar. Malam ini, yang disebutkan dalam Al-Quran sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, menjadi momen penting bagi banyak Muslim untuk meningkatkan ibadah mereka dengan harapan memperoleh keberkahan yang luar biasa.
Dalam tradisi keilmuan Islam, banyak ulama berusaha memberikan panduan untuk membantu umat menemukan kemungkinan waktu terjadinya Lailatul Qadar. Salah satu tokoh yang sering dirujuk adalah Imam Ghazali, yang memiliki kaidah tertentu untuk menandai kemungkinan datangnya malam suci ini berdasarkan hari pertama bulan Ramadhan.
Pada tahun 1447 Hijriah, awal bulan puasa jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Mengacu pada rumusan yang dijelaskan oleh Imam Ghazali, banyak yang memperkirakan bahwa Lailatul Qadar akan jatuh pada malam ke-25 Ramadhan, yang bertepatan dengan malam Sabtu, 14 Maret 2026.
Penjelasan mengenai kaidah ini pernah diungkapkan oleh Yusuf Suharto, yang merujuk pada kitab I’anatut Thalibin, sebagaimana dilaporkan oleh NU Online. Dalam kitab tersebut, Imam Ghazali menyusun pola tertentu untuk membantu umat Islam menandai kemungkinan datangnya Lailatul Qadar.
Kaidah yang diajukan tersebut menyatakan bahwa jika awal Ramadhan dimulai pada hari tertentu, maka malam Lailatul Qadar juga dapat diperkirakan. Sebagai contoh, jika awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka malam istimewa ini diprediksi akan terjadi pada malam ke-29. Di sisi lain, jika awal Ramadhan dimulai pada hari Senin, maka kemungkinan Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21.
Sementara itu, jika Ramadhan dimulai pada hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar diperkirakan terjadi pada malam ke-27. Jika Ramadhan dimulai pada hari Kamis, malam suci ini kemungkinan besar berada pada malam ke-25. Sedangkan jika awal Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, maka malam istimewa ini diperkirakan terjadi pada malam ke-23.
Pendapat ini juga diperkuat oleh ulama sufi ternama, Abul Hasan asy-Syadzili, yang berpendapat bahwa pola yang diungkapkan oleh Imam Ghazali cukup akurat berdasarkan pengalaman spiritualnya selama ini.
“Semenjak saya mencapai usia dewasa, saya tidak pernah melihat Lailatul Qadar meleset dari pola atau kaidah ini,” ungkap Imam asy-Syadzili, menegaskan keyakinannya terhadap rumusan tersebut.

