Sebanyak 107 penumpang Kapal Virgo Transport 8 berhasil diselamatkan setelah kapal tersebut terbalik di Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026. Salah satu dari mereka, Rinto Arahap, berbagi pengalaman menegangkan saat kapal mulai miring sebelum akhirnya terbalik.
“Situasi menjadi sangat kacau. Banyak orang yang berusaha mencari tempat aman, ada yang merangkak di atas meja, sementara yang lain saling dorong,” ungkap Rinto Arahap, 33 tahun, kepada AFP pada Senin, 14 September 2026.
Dia menambahkan, banyak penumpang yang sedang terlelap ketika kapal mulai miring sekitar pukul 02.00 dini hari. Lima jam setelah pelayaran dimulai, dia mendengar suara yang mirip dengan logam yang patah.
Ketika gelombang laut meningkat hingga lebih dari dua meter, penumpang mulai berteriak dan berebut untuk mendapatkan jaket pelampung saat kapal semakin condong, jelas Arahap.
“Tidak ada peringatan yang diberikan oleh awak kapal. Yang ada hanyalah seseorang yang berteriak, ‘Oh, kapalnya miring!'” katanya.
Arahap menceritakan bahwa dia sempat mengambil jaket pelampung sebelum kapal terbalik. Dia dan beberapa penumpang lainnya terombang-ambing di laut selama sekitar empat jam sebelum akhirnya diselamatkan.
“Saya tidak membawa apa-apa, hanya diri saya sendiri. Dompet saya, semua barang hilang. Bahkan ijazah sekolah saya juga tersapu air. Semua pakaian saya hancur,” tambahnya.
Diketahui bahwa pada Minggu, 13 September 2026, Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Banjarmasin, Heri Purwanto, menyatakan bahwa kapal yang membawa kendaraan tersebut kehilangan kontak sekitar pukul 02.00.
“Kami segera merespons laporan insiden ini,” tuturnya.
Sebelum kontak terputus, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan kepada AFP bahwa nakhoda kapal sempat melaporkan kepada pemilik kapal bahwa kapal dalam keadaan miring.
Hingga pagi hari, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 17 penumpang. Berdasarkan laporan Basarnas, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 113 penumpang, dengan 107 orang selamat dan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 130 orang lainnya masih dalam proses pencarian di lokasi kejadian.

