Site icon Arkha

Konflik Timteng Pengaruhi Pariwisata RI, Menpar Siapkan Strategi Tarik Turis Asia dengan Bebas Visa

Jakarta – Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait penutupan wilayah udara Iran, telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap sektor pariwisata di Indonesia.

Sebanyak 770 penerbangan yang dijadwalkan ke Indonesia pada periode Februari hingga Maret 2026 terpaksa dibatalkan. Ini berpotensi mengakibatkan kehilangan sekitar 60 ribu wisatawan mancanegara, dengan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp2,04 triliun dalam bentuk devisa yang tidak dapat direalisasikan.

Situasi ini semakin diperburuk oleh lonjakan harga minyak dunia, yang kini berada di atas 102 dolar AS per barel dalam waktu sebulan terakhir. Kenaikan harga ini berimbas langsung pada tingginya tarif tiket pesawat internasional.

“Dinamika geopolitik global memberikan tantangan yang besar bagi sektor pariwisata. Namun, kami terus berupaya melakukan langkah-langkah mitigasi untuk memastikan kinerja pariwisata nasional tetap terjaga,” ungkap Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI pada Rabu, 1 April 2026.

Menanggapi kondisi ini, Widiyanti menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi, termasuk merubah fokus pasar ke kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, serta mengembangkan pasar medium haul. Selain itu, penguatan kampanye digital internasional dan kerjasama dengan maskapai yang memiliki rute langsung ke Eropa dan Amerika juga menjadi prioritas.

Pemerintah juga mendorong penyelenggaraan acara lintas batas di kawasan perbatasan, serta memperkuat promosi wisata nusantara untuk menjaga tingkat hunian di destinasi wisata domestik.

“Di tengah tekanan yang ada, kita perlu beradaptasi dengan cepat. Diversifikasi pasar dan optimalisasi pariwisata nusantara menjadi kunci agar sektor pariwisata tetap berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga mengusulkan beberapa langkah strategis, seperti memberikan insentif penerbangan yang sesuai dengan kebijakan bebas visa, penambahan kapasitas kursi penerbangan, serta penguatan anggaran untuk promosi pariwisata demi menjaga daya saing Indonesia di kancah global.

Strategi yang disusun oleh Kementerian Pariwisata ini mendapatkan apresiasi dari Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Daulay.

Meskipun demikian, Komisi VII meminta Kementerian Pariwisata untuk lebih memperkuat konektivitas serta pergerakan wisatawan domestik di tengah ketidakpastian global saat ini.

Anggota Komisi VII DPR, Putra Nababan, juga mengingatkan pentingnya mempelajari pola pergeseran perilaku wisatawan akibat perubahan strategi ini. Ia menyoroti adanya perbedaan perilaku antara wisatawan long haul (dari Amerika dan Eropa) dan medium serta short haul (dari Asia Timur, Asia Selatan, dan ASEAN).

Exit mobile version