lifestyle

Klarifikasi Aditya Triantoro Terkait Pemecatan Mantan Istri dari Nussa Rara

Isu mengenai pemecatan mantan istri dari tim kreatif yang menggarap serial animasi Nussa dan Rara kembali menjadi sorotan masyarakat.

Aditya Triantoro, pendiri studio animasi yang dikenal dengan nama The Little Giantz, akhirnya memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang dilontarkan oleh mantan istrinya, Annisa Hadiyanti. Mari kita simak penjelasan lebih lanjut.

Dalam penjelasannya, Aditya Triantoro menjabarkan posisi Annisa di The Little Giantz, perusahaan yang bertanggung jawab atas produksi Nussa dan Rara.

Ia mengungkapkan bahwa pada awal berdirinya perusahaan, Annisa memang menjabat sebagai komisaris. Namun, Aditya menekankan bahwa jabatan tersebut tidak disertai dengan partisipasi langsung dalam proses kreatif maupun produksi animasi.

“Di struktur organisasi saat itu, dia hanya berfungsi sebagai komisaris, dan tidak terlibat dalam proses produksi maupun penciptaan Nussa,” kata Aditya Triantoro dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh Denny Sumargo pada Rabu, 11 Maret 2026.

Lebih lanjut, Aditya menegaskan bahwa industri animasi memerlukan kontribusi dari individu yang memiliki keahlian kreatif di bidang masing-masing. Oleh karena itu, perusahaan perlu membentuk tim yang sungguh-sungguh terlibat dalam setiap aspek produksi.

“Kita adalah orang-orang kreatif yang sudah memiliki keahlian masing-masing, dan dia tidak memiliki keterlibatan dalam proses produksi animasi,” tambah Aditya.

Walaupun demikian, Aditya Triantoro mengakui bahwa Annisa pernah memiliki saham di perusahaan pada fase awal pendirian. Namun, seiring dengan perkembangan proyek dan kebutuhan tenaga profesional yang meningkat, struktur perusahaan mengalami beberapa perubahan.

“Pada saat pendirian, dia memang tercatat sebagai pemegang saham, tetapi seiring berjalannya waktu dan karena banyaknya proyek yang masuk, saya harus mendatangkan orang-orang yang lebih kompeten untuk menggantikan posisinya,” jelasnya.

Aditya Triantoro menyatakan bahwa karena Annisa tidak memiliki kontribusi langsung dalam operasional perusahaan, jabatan komisaris yang dipegangnya menjadi lebih bersifat administratif. Ia bahkan merinci bahwa gaji yang diterima Annisa pada waktu itu berasal dari dirinya secara pribadi, bukan dari perusahaan.

“(Gaji) itu dari saya. Jabatan yang dipegangnya hanya kosong,” ungkap Aditya.

Saat ditanya tentang rincian jumlah saham yang pernah dimiliki Annisa, Aditya mengaku tidak dapat mengingat dengan pasti. “Sejujurnya saya lupa jumlah saham yang dia miliki, tetapi yang jelas saya adalah pemegang saham mayoritas. Detailnya, saya sudah tidak ingat,” ungkapnya.

Related Articles

Back to top button
slot depo qris slot qris