Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, menyuarakan penentangan yang tegas terhadap serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Tindakan ini, menurutnya, telah memicu ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah, menciptakan suasana yang tidak stabil dan rawan konflik.
Gus Yahya menegaskan bahwa tindakan serangan oleh AS dan Israel terhadap Iran merupakan suatu bentuk kekerasan yang sangat brutal, yang kembali merusak tatanan internasional yang telah dibangun. Ia juga mengingatkan bahwa situasi ini berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali dan membuka peluang bagi bangkitnya radikalisasi serta ekstremisme di berbagai belahan dunia.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya menyampaikan rasa duka dan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Imam Ali Khamenei akibat serangan tersebut. Ia mengajak umat Islam serta masyarakat global untuk bersatu dalam doa, berharap agar bangsa Iran diberikan ketabahan dan kekuatan untuk melewati masa sulit ini dengan penuh keberanian.
Meskipun demikian, ia juga mengungkapkan penyesalannya terhadap tindakan Iran yang melakukan serangan ke berbagai negara tanpa alasan yang jelas. Menurutnya, tindakan tersebut hanya akan memperburuk situasi dan semakin memperumit upaya untuk mencapai resolusi damai.
Gus Yahya menyatakan, “Kita semua memahami bahwa kemarahan yang dirasakan Iran menyasar lokasi-lokasi yang diduga menjadi markas tentara AS. Namun, serangan semacam itu justru akan semakin memperburuk kondisi yang ada.”
PBNU, di bawah kepemimpinan Gus Yahya, menyerukan kepada komunitas internasional untuk bersatu dalam menegakkan kembali konsensus tatanan dunia, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berperan sebagai struktur yang efektif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas internasional.
Tak hanya itu, ia juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam mendorong deeskalasi konflik, menuju resolusi yang damai dan beradab. “Ini adalah amanat konstitusi kita,” ujarnya dengan tegas.
Gus Yahya berharap agar pemerintah Indonesia memanfaatkan posisinya dalam percaturan internasional untuk mendesak AS, Israel, dan pihak-pihak lain yang terlibat agar segera menghentikan tindakan kekerasan dan memilih jalur diplomasi yang lebih damai.

