Site icon Arkha

Kanselir Jerman Menanggapi Ancaman Trump Terkait Selat Hormuz: Ini Bukan Perang NATO

Menteri Luar Negeri negara-negara Uni Eropa mengadakan pertemuan di Brussels pada hari Senin untuk mendiskusikan langkah-langkah dalam “memastikan Selat Hormuz tetap terbuka” demi kepentingan Eropa. Pertemuan ini dilakukan mengikuti seruan Presiden AS Donald Trump yang meminta sekutu-sekutunya untuk berkontribusi dalam memulihkan aktivitas pelayaran di kawasan strategis tersebut.

Kaja Kallas, yang merupakan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, menyampaikan kepada wartawan bahwa menjaga Selat Hormuz tetap berfungsi adalah prioritas bagi Eropa. “Kami tengah mendiskusikan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencapai tujuan ini,” ujarnya.

Kallas juga menekankan bahwa Eropa telah berkomunikasi dengan rekan-rekan di AS di berbagai tingkatan. Namun, ia menunjukkan bahwa situasi yang ada saat ini sangat rentan dan tidak stabil.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, melalui juru bicaranya, Stefan Kornelius, menyatakan bahwa seruan Trump untuk meminta NATO membantu menjaga kelancaran jalur pelayaran di Selat Hormuz dapat berdampak negatif bagi aliansi tersebut.

“Ini bukan perang yang melibatkan NATO. Situasi ini jelas bukan perang NATO,” tegas Merz.

Pernyataan dari juru bicara Kanselir Merz ini muncul setelah Trump mengeluarkan ancaman terselubung terhadap NATO, dengan menyebutkan bahwa aliansi tersebut mungkin menghadapi “masa depan yang sangat buruk.”

Pemerintah Jerman kembali menegaskan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam aktivitas apapun di Selat Hormuz. “Kami tidak mempertimbangkan partisipasi sebelum perang ini dan tidak ada rencana untuk melakukannya sekarang,” tambah juru bicara pemerintah.

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, juga mengungkapkan pandangannya kepada wartawan di Brussels bahwa ia tidak melihat adanya peran bagi anggota NATO di wilayah Selat Hormuz.

Merz telah menguatkan sikapnya dalam beberapa hari terakhir, seiring dengan berlanjutnya konflik dengan Iran yang menunjukkan tidak ada tanda-tanda akan selesai. Dalam sebuah kritik yang dilontarkannya, ia menyoroti langkah AS yang melonggarkan sanksi terhadap Rusia dan secara terbuka mengungkapkan kebingungannya terhadap rencana AS untuk mengakhiri perang.

Kornelius menambahkan bahwa sebelum konflik ini, baik AS maupun Israel sudah menjelaskan bahwa bantuan dari Eropa tidak diperlukan maupun diinginkan.

Hari ini, Kanselir Jerman akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten, di Berlin. Kedua pemimpin tersebut diperkirakan akan menjawab pertanyaan mengenai tanggapan mereka terhadap pernyataan Trump serta tuntutan yang diajukan.

Exit mobile version