KAI Logistik Tingkatkan Angkutan KA Kontainer Menuju Kebijakan Zero ODOL 2027

Jakarta – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus berkomitmen untuk memperkuat layanan angkutan Kereta Api (KA) kontainer sebagai bagian dari pengembangan segmen KA Multikomoditi. Upaya ini sejalan dengan tujuan menciptakan ekosistem logistik nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan. Segmen ini diperkirakan akan mengalami pertumbuhan dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) mencapai 8,5% hingga tahun 2029, dengan target pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp568 miliar pada tahun tersebut.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh berbagai inisiatif strategis, termasuk akuisisi pelanggan baru, pengembangan layanan transportasi ramah lingkungan (green freight service), serta penguatan logistik rantai dingin (cold chain logistics). Pada Agustus 2026, volume angkutan KA kontainer berhasil mencapai lebih dari 280 ribu ton, yang merupakan capaian bulanan tertinggi sepanjang tahun ini dan mengalami peningkatan sekitar 18% dibandingkan rata-rata volume bulanan di Semester I-2026.
“Sampai Agustus 2026, KAI Logistik telah mengangkut lebih dari 2 juta ton barang dengan menggunakan KA kontainer, yang setara dengan pengalihan lebih dari 109 ribu perjalanan truk dari jalan raya ke jalur rel. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan yang positif, setelah pada tahun 2025 volume KA kontainer mencapai sekitar 2,5 juta ton, tumbuh sebesar 8% secara tahunan,” jelas Yuskal dalam rilisnya pada 24 September 2026. Ia menambahkan bahwa penguatan layanan KA kontainer semakin relevan dalam menjawab kebutuhan distribusi barang dan juga sebagai langkah antisipatif terhadap penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) yang rencananya akan diterapkan secara menyeluruh pada tahun 2027. “Kereta api menawarkan kapasitas angkut yang besar, sehingga dapat menjadi solusi strategis untuk mengalihkan angkutan barang dari jalan raya ke rel. Kami terus meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan agar KA kontainer dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan pelanggan,” tegasnya.
Dalam upaya memperkuat ekosistem layanan KA Kontainer, KAI Logistik juga aktif meluncurkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung praktik logistik yang berkelanjutan. Berbagai inisiatif strategis telah dilaksanakan, di antaranya adalah penerapan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) untuk meningkatkan efisiensi operasional, sertifikasi halal di beberapa terminal termasuk fasilitas pencucian kontainer, serta penyediaan fasilitas sambungan listrik di terminal untuk memastikan daya listrik bagi kontainer berpendingin (reefer container) tetap terjaga selama proses penanganan.
Sesuai dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan, KAI Logistik juga memperkenalkan informasi jejak karbon (carbon footprint) dalam tagihan pelanggan. Fitur ini memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mengetahui estimasi emisi karbon dari aktivitas pengiriman yang dilakukan menggunakan moda kereta api. Dengan demikian, transparansi dalam pengukuran dampak lingkungan dapat terwujud dan mendorong perusahaan untuk mengukur serta mendukung pencapaian target keberlanjutan, serta pelaksanaan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) di sepanjang rantai pasok.




