Bek Persija Jakarta, Jordi Amat, memberikan kritikan tajam mengenai kondisi lapangan di Jakarta International Stadium (JIS) setelah timnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Dewa United dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026, yang digelar pada Minggu malam, 15 Maret 2026.
Jordi mengungkapkan bahwa kualitas rumput di JIS sangat mengganggu performa timnya, bahkan ia merasa hal tersebut justru merugikan Persija dalam usaha mereka untuk meraih kemenangan.
“Lapangan ini tidak mendukung kami. Sangat sulit untuk bermain di sini (JIS),” ungkap Jordi kepada wartawan seusai pertandingan.
“Keadaan lapangan benar-benar buruk. Bola terus memantul dengan tidak konsisten, kadang bergerak cepat, tetapi di waktu lain sangat lambat. Bola tidak mengalir dengan baik,” tambahnya.
Ia bahkan mencatat bahwa kondisi lapangan tersebut membuat suasana pertandingan terasa berbeda dari biasanya. Jordi membandingkan JIS dengan tempat latihan Persija dan juga stadion Gelora Bung Karno (GBK), yang menurutnya memiliki standar kualitas yang lebih baik.
“Bisa kalian lihat sendiri, seolah-olah kami sedang bermain dalam sebuah pertandingan yang sangat berbeda,” ujar Jordi.
“Kami berlatih di Madya, lapangannya sangat bagus, dan di GBK juga demikian. Saya tidak mengerti mengapa kami harus bermain di tempat ini, yang justru merugikan kami,” jelasnya.
Meskipun demikian, Jordi menegaskan bahwa kendala di lapangan bukanlah satu-satunya faktor yang menghalangi Persija meraih hasil positif. Ia menekankan bahwa timnya tetap berusaha untuk memainkan sepak bola yang baik, meski hasil akhir tidak berpihak kepada mereka.
“Kami berusaha untuk memainkan sepak bola yang baik, tetapi itu bukanlah satu-satunya alasan kami tidak menang,” tegasnya.
Dalam laga tersebut, Persija sempat memimpin lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Maxwell Souza pada akhir babak pertama. Gol tersebut berawal dari situasi sepak pojok yang dieksekusi oleh Jean Mota dan disambut oleh Maxwell di depan gawang. Meskipun tembakan pertamanya berhasil ditepis oleh Sonny Stevens, bola rebound jatuh kembali ke kakinya dan berhasil diselesaikan menjadi gol.
Keunggulan 1-0 untuk Persija bertahan hingga jeda. Namun, Dewa United bangkit pada babak kedua setelah memasukkan Rafael Struick dan Alexis Messidoro. Perubahan itu segera memberikan dampak positif bagi permainan tim tamu.
Pada menit ke-55, serangan balik cepat dari Dewa United berhasil menciptakan gol penyeimbang. Umpan dari Ricky Kambuaya diterima oleh Rafael Struick, yang kemudian melepaskan tembakan ke arah gawang Persija. Bola yang ditepis oleh Carlos Eduardo mengarah kepada Alexis Messidoro yang tidak terkawal, dan ia dengan mudah menuntaskan peluang tersebut menjadi gol.

