Iran Siap Memberikan Balasan Terberat Sejarah Setelah Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Pasukan elite Garda Revolusi Iran telah mengumumkan bahwa mereka sedang mempersiapkan untuk melancarkan serangan paling brutal dalam sejarah Republik Islam Iran. Ancaman ini ditujukan secara khusus kepada Amerika Serikat dan Israel.
Setelah kabar duka mengenai tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan dari kedua negara tersebut pada 28 Februari 2026, berbagai lembaga pemerintah Iran langsung merespons dengan menyatakan bahwa mereka akan memberikan balasan yang setimpal.
“Serangan paling berat yang pernah dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dilaksanakan, menargetkan wilayah pendudukan serta basis-basis teroris Amerika,” demikian pernyataan dari Garda Revolusi Iran, sebagaimana dilaporkan oleh sejumlah sumber.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa tindakan agresi ini tidak akan dibiarkan tanpa respons, dan justru akan membuka babak baru dalam sejarah dunia Islam yang akan diingat.
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran menyatakan bahwa serangan gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran akan memicu kebangkitan besar untuk melawan penindasan global.
SNSC, yang berfungsi sebagai lembaga utama dalam mengatur strategi pertahanan dan keamanan nasional Iran, menyatakan bahwa negara dan sekutunya akan semakin kuat dan bertekad untuk melawan segala bentuk ancaman.
Di hari yang sama, media pemerintah Iran mengonfirmasi berita duka tentang meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat dan sejumlah pejabat senior dari Israel mengonfirmasi kematian Khamenei dalam serangan yang terjadi di Teheran pada dini hari 28 Februari. Pernyataan tersebut disampaikan melalui saluran resmi dan media sosial.
Ayatollah Ali Khamenei, yang berusia 86 tahun, telah menjadi tokoh sentral dalam politik dan spiritualitas Republik Islam Iran selama lebih dari tiga dekade. Sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam kebijakan luar negeri, strategi militer, dan keamanan nasional, ia telah membentuk arah dan kebijakan Iran sejak mengambil alih kepemimpinan pada tahun 1989.
Menanggapi kematian pemimpin mereka, pemerintah Iran telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk menghormati jasa-jasa Ayatollah Khamenei.



