Jakarta – Hyundai Grandeur, sedan flagship dari pabrikan asal Korea Selatan ini, akan mengalami pembaruan signifikan dalam model facelift 2026. Ini menjadi langkah penting dalam mempertahankan posisi salah satu mobil paling diminati di pasar domestiknya.
Meskipun tampaknya tidak banyak yang berubah dari tampilan luar, facelift ini menawarkan peningkatan yang berarti pada desain interior dan sistem multimedia, sambil tetap menjaga performa mesin yang sudah diakui kekuatannya.
Grandeur, yang di beberapa negara dikenal sebagai Azera, tetap menjadi salah satu sedan eksekutif terlaris di Korea Selatan. Menurut informasi yang beredar, Hyundai sedang mempersiapkan versi facelift dari generasi ketujuh untuk pasar lokal, dengan peluncuran yang direncanakan berlangsung pada musim semi 2026, bertepatan dengan peringatan 40 tahun sejak diperkenalkannya model ini.
Walaupun tidak ada perubahan yang terlalu drastis, facelift Grandeur menghadirkan beberapa penyesuaian pada desain eksterior. Bagian bumper depan dan belakang akan direvisi, dengan grille yang lebih besar dan desain pola “honeycomb” yang lebih modern.
Selain itu, lampu LED horizontal yang baru dirancang untuk lebih harmonis dengan grille, sedangkan lampu belakang juga mendapatkan penyegaran grafis serta integrasi lampu sein yang lebih rapi.
Perubahan-perubahan ini memberikan Grandeur penampilan yang lebih segar tanpa mengubah esensi desain yang elegan dan proporsional, sesuai dengan karakter mobil sedan mewah.
Fokus utama dari facelift ini terletak pada area kabin. Hyundai dilaporkan akan menghadirkan layar besar berorientasi vertikal di dashboard, menggantikan konfigurasi dua layar terpisah yang ada sebelumnya. Sistem infotainment baru ini menggunakan platform Hyundai Pleos berbasis Android, yang menawarkan responsivitas lebih baik dan pengalaman pengguna yang lebih lancar.
Panel instrumen digital juga mendapatkan desain ulang untuk menjadikannya lebih ramping dan ditempatkan lebih tinggi, sehingga meningkatkan visibilitas bagi pengemudi.
Diketahui pula bahwa desain kemudi telah beralih dari gaya retro menjadi lebih modern dengan dua palang, sementara tuas transmisi dipindahkan ke kolom kemudi, yang memungkinkan ruang lebih di konsol tengah untuk fitur tambahan seperti pengisian daya nirkabel ganda.
Meskipun ada perubahan signifikan pada tata letak interior, Hyundai tetap menjaga beberapa tombol fisik penting untuk fungsi utama. Hal ini merupakan respons terhadap kritik pengguna yang merasa kontrol layar sentuh terkadang terlalu mendominasi di berbagai model mobil modern.

