bisnis

IHSG Sesi I Turun 63 Poin Karena Ketidakpastian Global, Temukan 3 Saham Top Gainers LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 0,88 persen atau setara 63,08 poin pada sesi pertama perdagangan yang berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026. Penurunan ini membuat IHSG jatuh ke level 7.101.

Pada sesi perdagangan tersebut, IHSG bergerak dalam rentang antara 7.154 hingga titik terendah intraday yang tercatat di level 7.070. Aktivitas transaksi menunjukkan kecenderungan yang rendah, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 5,69 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 774,2 ribu transaksi.

Di sisi sektor, sektor industri mencatatkan penurunan yang paling tajam, mencapai 1,53 persen. Sementara itu, sektor infrastruktur juga mengalami koreksi sebesar 1,30 persen, dan sektor teknologi tergerus hingga 0,85 persen.

Namun, ada beberapa sektor yang berhasil mencatatkan penguatan meskipun IHSG berada dalam tren negatif. Sektor transportasi dan kesehatan masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,62 persen dan 0,39 persen.

Menurut analisis dari tim Phintraco Sekuritas, penurunan ini sejalan dengan ketidakpastian global yang tetap tinggi, terutama setelah proposal perdamaian yang diajukan oleh Amerika Serikat ditolak oleh pihak Teheran. Di sisi lain, pemerintah AS juga berencana untuk mengirimkan kembali pasukan ke wilayah Timur Tengah.

Dari perspektif teknikal, IHSG menunjukkan pola long upper shadow yang mencerminkan tekanan jual yang dominan di area atas. Selain itu, IHSG juga berhasil menembus level support psikologis di 7.200, diiringi dengan validasi indikator MACD yang masih berada di zona negatif dan histogram yang semakin melebar.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor fundamental dan teknikal yang ada, tim analis Phintraco Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG berpotensi untuk melanjutkan penurunan dan akan bergerak dalam rentang 7.075 hingga 7.125 pada sesi kedua perdagangan hari ini.

Phintraco Sekuritas juga melaporkan tiga saham yang menjadi top gainers dalam jajaran 45 saham unggulan (LQ45), yang berhasil mencatatkan kenaikan harga paling tinggi, antara lain:

– PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Saham ANTM mengalami lonjakan sebesar 2,62 persen atau 90 poin, sehingga mencapai level 3.520.

– Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Saham CPIN juga mencatatkan kenaikan sebesar 1,74 persen atau 70 poin, yang membawa harganya ke level 4.100.

– PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)

Saham ADMR berhasil mencatatkan hasil positif sebesar 1,29 persen atau 25 poin, sehingga mencapai posisi 1.970.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k