Site icon Arkha

IHSG Naik 1,21% Menjadi 6.192,9 dengan Transaksi Saham Mencapai Rp12,35 Triliun

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan yang signifikan pada penutupan perdagangan di hari Selasa, 6 Oktober 2026. Indeks yang menjadi acuan utama di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini berhasil melesat lebih dari 1 persen hingga sesi perdagangan berakhir.

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh BEI, IHSG menunjukkan pergerakan positif sepanjang hari perdagangan, bergerak dalam kisaran antara 6.120 hingga 6.216. Pada akhir sesi, IHSG berhasil mempertahankan momentum penguatannya dan ditutup di level 6.192,9.

Dengan demikian, IHSG mengalami kenaikan sebesar 74,06 poin atau setara dengan 1,21 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya.

Pergerakan IHSG pada hari Selasa berlangsung dalam rentang yang cukup luas. Indeks sempat berada di titik terendah di level 6.120 sebelum akhirnya melanjutkan tren naik hingga mencapai puncaknya di 6.216.

Kenaikan yang lebih dari 1 persen ini menunjukkan adanya dominasi dari saham-saham yang mengalami penguatan pada perdagangan hari ini.

Dari total saham yang diperdagangkan di BEI, sebagian besar menunjukkan performa positif, dengan 489 saham mengalami kenaikan. Sementara itu, 183 saham mencatatkan penurunan.

Di sisi lain, terdapat 120 saham yang tidak mengalami perubahan, tetap stagnan dibandingkan dengan nilai sebelumnya.

Komposisi tersebut menggambarkan bahwa penguatan IHSG pada hari ini didukung oleh banyaknya saham yang mencatatkan kenaikan di pasar.

Aktivitas perdagangan saham di BEI juga terlihat sangat aktif. Sepanjang perdagangan hari Selasa, volume transaksi saham mencapai angka 48,2 miliar lembar.

Nilai transaksi yang tercatat selama sesi tersebut mencapai Rp12,35 triliun, dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,87 juta kali.

Volume perdagangan yang besar ini mencerminkan tingginya minat dan aktivitas investor di pasar saham selama sesi perdagangan berlangsung.

Dengan IHSG yang ditutup menguat, pergerakan pasar saham pada hari Selasa menunjukkan tren positif baik dari sisi indeks maupun jumlah saham yang mengalami kenaikan.

Penguatan tidak hanya terjadi pada pasar saham, tetapi juga terlihat pada nilai tukar rupiah, yang tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan hari Selasa.

Merujuk pada data Bloomberg, rupiah di pasar spot mengalami penguatan sebesar 18 poin atau 0,10 persen.

Rupiah ditutup pada level Rp17.899 per dolar AS, menunjukkan bahwa mata uang Garuda mengakhiri perdagangan hari ini dengan posisi yang lebih kuat dibandingkan penutupan sebelumnya.

Exit mobile version