Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penurunan lebih lanjut pada sesi perdagangan yang berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2026. Sebelumnya, IHSG telah ditutup dengan penurunan signifikan sebesar 0,96 persen atau 77,06 poin, sehingga berada di level 7.939,76.
M. Nafan Aji Gusta, seorang Senior Technical Analyst dari PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah memberikan dampak yang signifikan terhadap harga energi dan inflasi di seluruh dunia. Sentimen risk-off diperkirakan akan terus berlanjut, dipicu oleh ketidakpastian geopolitik global serta kekhawatiran pasar mengenai inflasi dan volatilitas yang meningkat.
Tim Analis dari Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah menciptakan gejolak di pasar energi global. Negara-negara di kawasan Asia diprediksi akan merasakan dampak yang paling besar dari situasi ini.
Apabila penutupan Selat Hormuz berlangsung dalam jangka waktu yang lama, hal ini diperkirakan akan mengakibatkan lonjakan harga minyak mentah yang lebih tinggi. Kondisi tersebut berpotensi mendorong inflasi yang lebih tinggi dan memengaruhi kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral.
Selat Hormuz merupakan jalur utama perdagangan minyak global, dengan sekitar 13 juta barel per hari (bpd) melintasi selat tersebut pada tahun 2025. Angka ini mencerminkan sekitar 31 persen dari total aliran minyak mentah yang diangkut melalui jalur laut.
“Kekhawatiran bahwa konflik antara AS dan Israel dengan Iran akan berlarut-larut lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya menjadi sentimen negatif yang berkontribusi pada pelemahan IHSG. Selain itu, koreksi yang terjadi pada beberapa saham di sektor energi dan pertambangan juga menambah tekanan pada indeks,” ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam laporan riset harian mereka, Rabu, 4 Maret 2026.
Secara teknikal, IHSG telah menembus level psikologis 8.000 dan garis rata-rata pergerakan 200 (MA200). Pembentukan histogram negatif pada MACD serta pergerakan Stochastic RSI yang menunjukkan tren menurun di area pivot mengindikasikan bahwa penurunan IHSG masih memiliki potensi untuk berlanjut.
“Jika level support IHSG di 7.860 terlewati, maka diperkirakan akan mengarah pada pengujian level support berikutnya di kisaran 7.700 hingga 7.800,” demikian proyeksi yang disampaikan oleh Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Lebih lanjut, Nafan juga memperkirakan bahwa beberapa emiten dengan kinerja yang solid akan menarik perhatian pada sesi perdagangan hari ini. Berikut ini adalah rekomendasi saham yang berpotensi memberikan keuntungan menarik bagi para investor.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

