Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam yang sangat dihormati dalam bulan Ramadan. Malam ini diakui sebagai waktu yang berlimpah kemuliaan, ketenangan, dan kesempatan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tidak mengherankan jika banyak umat Islam yang tidak ingin melewatkan momentum ini untuk meraih pahala yang berlimpah. Ustaz Maulana menjelaskan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar setara dengan ibadah selama 83 tahun dan 4 bulan.
“Jadi, jika kita beribadah pada saat Lailatul Qadar, nilai sholat kita seperti sholat selama 83 tahun 4 bulan. Bahkan, jika kita mengaji dan tiba-tiba malam Lailatul Qadar tiba walaupun hanya satu detik, nilai ngaji kita pun setara dengan 83 tahun 4 bulan,” ungkapnya dalam sebuah video yang diunggah di saluran YouTube pada 15 Maret 2026.
Mengenai waktu turunnya malam Lailatul Qadar, Ustaz Maulana mengingatkan bahwa hal ini merupakan rahasia Allah. Namun, ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan bahwa malam istimewa ini terjadi pada salah satu malam di 10 hari terakhir bulan Ramadan.
“Tidak ada yang tahu kapan tepatnya, tetapi ada ciri-cirinya. Suasana malam itu sunyi, tidak ada suara, dan terasa sangat hening. Selama satu atau dua menit, kita akan merasakan ketenangan, dan esok paginya, kita akan melihat matahari yang tampak dingin. Jika pagi itu antara jam 8 hingga 10 tidak terik, bisa jadi semalam adalah malam Lailatul Qadar. Jadi, malam tersebut benar-benar terasa hening,” sambungnya.
Ustaz Maulana juga menambahkan bahwa salah satu tanda malam Lailatul Qadar adalah jatuh pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan. Dari malam-malam tersebut, malam ke-27 sering dianggap sebagai waktu yang paling mungkin untuk turunnya Lailatul Qadar.
“Jam kemungkinan turunnya malam Lailatul Qadar adalah antara jam 2 hingga 4 pagi. Biasanya malam ganjil 21, 23, dan 25. Banyak orang berpendapat bahwa malam ke-27 adalah saat yang paling sering terjadi. Kata Lailatul Qadar terdiri dari tiga kata yang masing-masing memiliki 9 huruf, sehingga 9 kali 3 sama dengan 27, itulah sebabnya banyak yang meyakini malam ke-27 sebagai malam tersebut. Namun, lebih baik kita beribadah dari awal,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ustaz Maulana juga mengungkapkan beberapa tanda bagi mereka yang berhasil meraih malam Lailatul Qadar. Salah satu ciri utama adalah ketika kehidupan seseorang menjadi lebih damai dan tenang.

