Ratusan warga, yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu, melaksanakan aksi penggerebekan terhadap beberapa bangunan yang diduga sebagai lokasi aktivitas narkoba di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, pada Selasa, 14 April 2026.
Aksi ini muncul sebagai respons terhadap rasa frustrasi dan kekecewaan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba yang dianggap merusak tatanan sosial di lingkungan mereka.
Dalam rekaman video yang diunggah melalui akun Instagram @merindink, terlihat massa menggeledah sebuah rumah panggung dan menemukan sejumlah barang bukti, termasuk plastik klip bening berisi kristal putih yang diduga merupakan sabu-sabu, serta alat hisap (bong) rakitan.
Situasi di lokasi sempat memanas ketika seorang anggota aparat keamanan mencoba menenangkan massa dengan meminta mereka untuk tidak bertindak berlebihan.
“Sudah, tidak usah berlebihan,” ungkap seorang polisi dalam video yang beredar.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari para emak-emak. Mereka menegaskan bahwa tindakan mereka adalah bentuk perjuangan terakhir untuk menyelamatkan masa depan generasi muda.
“Yang berjualan adalah bandar yang berlebihan, Pak! Jangan bilang kami yang berlebihan. Banyak generasi yang hancur karena sabu-sabu itu!” seru salah satu wanita sambil menunjukkan barang bukti yang diperoleh.
Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah memantik berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan terhadap aksi para emak-emak yang menggerebek lokasi yang diduga sebagai sarang narkoba.
“Bisa-bisanya ‘bapak’ itu berkata seperti itu ya,” komentar salah satu warganet.
“Terima kasih, emak-emak, telah menjadi polisi yang sesungguhnya untuk masyarakat,” tambah warganet lainnya.
“Apakah emak-emak ini berlebihan, atau polisi yang seharusnya bertindak tidak melaksanakan tugas mereka? Malu, Pak/Bu Polisi,” tulis warganet lain.

