Aktor dan produser terkenal, Denny Sumargo, kembali menarik perhatian masyarakat dengan pengakuan emosional tentang film terbarunya, Baby Udon. Pria yang akrab disapa Densu ini, yang dikenal dengan sifatnya yang santai dan maskulin, tampak tak bisa menahan air mata saat membahas karya yang ia bintangi sekaligus produksi bersama istrinya, Olivia Sumargo, yang biasa dipanggil Oliv.
Momen mengejutkan ini terjadi ketika Densu diundang sebagai bintang tamu dalam sebuah percakapan santai dengan komika Pras Teguh. Dalam kesempatan tersebut, Densu membagikan beberapa fakta menarik tentang proses pascaproduksi film yang diproduksinya di bawah naungan Sumargo Film dan LYTO Pictures.
Denny mengungkapkan bahwa ia telah menonton film tersebut sebanyak 27 kali dan masih merasa emosional saat melihat beberapa adegan tertentu. Ia menjelaskan bahwa sebagai produser debutan yang mengawasi kualitas secara menyeluruh, ia terlibat dalam setiap detail produksi, mulai dari proses editing hingga penataan musik. Meskipun telah melihat film ini berulang kali, ada bagian yang tetap membuatnya terharu.
“Sejujurnya, aku sudah 27 kali menonton film ini. Semua proses di bawah pengawasanku, dari editing hingga scoring musik, sangat detail. Dan aku masih terharu hingga hari ini ketika menonton bagian-bagian tertentu yang seharusnya sudah tidak membuatku merasakan apa-apa,” ungkap Denny Sumargo.
Mendengar pernyataan tersebut, Pras Teguh pun terlihat terkejut sekaligus kagum. “Jadi kamu menangisi dirimu sendiri? Kan itu kamu yang bermain,” ucap Pras dengan nada bercanda.
Densu terdiam sejenak dan menyadari situasi unik itu. “Setelah kamu mengatakan itu, mengapa aku menangisi diriku sendiri?” jawab Densu, sambil mengakui bahwa ini adalah pertama kalinya ia merasakan kedekatan emosional yang mendalam dengan karakter yang ia perankan, yaitu Hajime Kondoh yang telah meninggal.
Kedalaman emosional Denny semakin terlihat pada sesi konferensi pers. Ketika berbicara di depan publik dan awak media, ia tak bisa menahan rasa harunya atas pencapaian film perdananya sebagai produser. Air mata Denny kembali mengalir di hadapan banyak kamera, menunjukkan betapa berartinya film ini baginya.
Perasaan mendalam Denny terhadap Baby Udon tidak hanya sebagai sebuah karya seni, tetapi juga sebagai cerminan dari perjalanan emosional dan kreatif yang ia jalani. Film ini tidak hanya menjadi proyek pekerjaan, namun juga menyentuh jiwanya dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan.
Denny Sumargo, dalam perannya sebagai produser dan aktor, menunjukkan bahwa film dapat menjadi medium untuk mengekspresikan perasaan yang mendalam. Baby Udon bukan sekadar film, tetapi sebuah perjalanan batin yang mengajak penontonnya merasakan setiap emosi yang ditampilkan dalam cerita.
Dari proses kreativitas yang rumit hingga momen-momen emosional, Denny mampu menghidupkan karakter dan cerita dengan sangat baik. Pengalaman yang ia bagi saat berbicara dengan Pras dan saat di konferensi pers menggambarkan betapa dalamnya keterikatannya dengan film ini.
Denny tidak hanya membagikan kisah tentang Baby Udon, tetapi juga menggugah penonton untuk merenungkan bagaimana film dapat menjadi alat untuk menyentuh hati dan menyalurkan emosi. Dengan pendekatan yang mendalam dan penuh perasaan, Densu berhasil membawa Baby Udon ke tingkat yang lebih tinggi dalam industri film Indonesia.
Secara keseluruhan, Baby Udon adalah contoh nyata dari bagaimana seni film dapat menciptakan pengalaman yang mengubah hidup, baik bagi pembuatnya maupun penontonnya. Melalui perjalanan emosional yang Denny Sumargo bagikan, kita diingatkan akan kekuatan cerita dan bagaimana film dapat menghubungkan kita dengan perasaan terdalam.
Denny Sumargo, dengan segala kerendahan hati dan kejujuran, telah menunjukkan bahwa di balik setiap film ada cerita manusia yang mendalam dan emosional. Ini adalah pengingat bahwa seni tidak hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang menyampaikan pesan dan menyentuh hati orang lain. Baby Udon adalah manifestasi dari semua itu, dan Densu telah berhasil menciptakannya dengan sangat baik.

