bola

Dean James Menegaskan Komitmennya untuk Membela Timnas Indonesia di Tengah Ketidakpastian

Bek Go Ahead Eagles, Dean James, telah menegaskan tekadnya untuk terus membela Timnas Indonesia meski saat ini dirinya berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian usai terjerat dalam kontroversi “paspoortgate” di Liga Belanda.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh James setelah ia kembali memperkuat Go Ahead Eagles dalam pertandingan melawan FC Groningen pada malam hari, 12 April 2026.

Kembalinya Dean James ke lapangan sepak bola terjadi setelah ia menyelesaikan status administratifnya melalui prosedur yang ditetapkan oleh Dinas Imigrasi dan Naturalisasi (IND) Belanda. Sebelumnya, ia kehilangan kewarganegaraan Belanda setelah resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI), sehingga sempat dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk tampil di Eredivisie sejak Maret 2025.

Walaupun sudah kembali bermain, James mengakui bahwa situasi yang dihadapinya belum sepenuhnya jelas. Namun, ia menegaskan bahwa komitmennya untuk membela Timnas Indonesia tetap menjadi prioritas utama.

“Saya belum bisa banyak berbicara mengenai kondisi saya saat ini. Tentu saja, saya ingin terus bermain untuk Indonesia, itu sudah pasti,” jelas James dikutip dari sumber terpercaya, pada 13 April 2026.

Kontroversi ini muncul ketika NAC Breda mempertanyakan kelayakan James untuk bertanding. Hal ini mengakibatkan dia diskors dan harus menepi dari seluruh aktivitas tim untuk beberapa waktu.

James mengaku bahwa ia mengalami tekanan yang cukup besar selama proses tersebut, terutama akibat sorotan media yang sangat intens. Bahkan, ia memilih untuk menjauh dari pemberitaan dengan mematikan ponselnya agar tidak terbebani oleh berita-berita yang berkembang.

“Jika Anda terus membaca semuanya, Anda bisa menjadi gila. Selama beberapa hari pertama, tidak ada kejelasan sama sekali,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa selama masa ketidakpastian tersebut, ia berlatih secara mandiri, sebuah kondisi yang menurutnya mengingatkan pada masa-masa awal pandemi ketika aktivitas sepak bola dibatasi.

Menurut James, masalah ini akhirnya dapat teratasi setelah ia bekerja sama dengan pengacara, klubnya, dan agennya untuk menelusuri persoalan administratif yang terjadi.

“Semuanya berjalan dengan baik, saya sangat senang bisa kembali bermain sepak bola,” kata pemain berusia 25 tahun tersebut.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k